Lens Pemimpin Ligue 1 Masih Menanti Percepatan PSG Menuju Gelar

Lens Pemimpin Ligue 1 Masih Menanti Percepatan PSG Menuju Gelar

Pelatih Lens, Pierre Sage, mengungkapkan bahwa ia masih menanti para juara Paris Saint-Germain untuk benar-benar mempercepat laju mereka, sementara tim kejutan yang menduduki posisi teratas di Ligue 1 ini tengah berjuang meraih kemenangan liga ke sembilan secara beruntun guna mempertahankan keunggulan di puncak klasemen.

Menjelang kunjungan akhir pekan ini ke markas Marseille yang berada di peringkat ketiga, Lens berhasil mempertahankan selisih satu poin yang tipis dalam beberapa pekan terakhir, sehingga memperkuat peluang mereka meraih gelar juara kasta tertinggi Prancis untuk kedua kalinya sekaligus yang pertama sejak 1998.

Namun empat kemenangan beruntun PSG telah membuat klub ibu kota tersebut tetap berada di belakang dengan dekat, dan pelatih Sage mengakui bahwa timnya masih dianggap sebagai kuda hitam utama.

Dengan rendah hati, kami harus mengakui bahwa PSG adalah tim luar biasa, ujarnya.

Begitu PSG mulai berlari kencang di paruh akhir musim, kemungkinan besar kami tidak akan melihat mereka lagi.

Kualifikasi ke Liga Champions untuk kali kedua sejak musim 2002/03 saja sudah akan menjadi pencapaian hebat bagi Lens.

Mereka unggul 10 poin atas Lyon di peringkat keempat dalam perebutan posisi otomatis untuk babak liga musim depan.

Baik berhasil mempertahankan perjuangan gelar atau tidak, musim ini telah menjadi pembalikan yang mengagumkan bagi Lens di bawah Sage setelah gagal tampil di kompetisi Eropa sama sekali pada kampanye sebelumnya saat Will Still menangani tim.

Marseille terus berada di pinggiran perebutan gelar, seperti yang mereka lakukan sepanjang musim lalu, dan kini tertinggal delapan poin dari Lens di posisi ketiga.

Skuad Roberto De Zerbi mengalami pukulan berat dalam beberapa pekan belakangan dengan kekalahan dari Lille dan Nantes yang berada di dasar klasemen.

Kepercayaan diri mereka semakin terpukul di pertengahan pekan setelah dikalahkan 3-0 oleh Liverpool di Liga Champions di Stade Velodrome, yang membuat peluang mereka lolos ke babak gugur menjadi sangat tipis.

Marseille berharap meraih kemenangan beruntun di Ligue 1 untuk pertama kalinya sejak November usai menggasak Angers 5-2 pada laga terakhir.

Kesulitan sebenarnya adalah memainkan 10 pertandingan beruntun selevel dengan lawan Angers, kata De Zerbi pasca kekalahan dari Liverpool.

Kami hanya tidak mampu melakukannya. Saya duduk di bangku cadangan dan tidak tahu apakah kami akan tampil seperti tim Angers atau Nantes.

PSG bertanding pada Jumat saat melawat ke Auxerre dan bisa menekan Lens dengan merebut posisi teratas jika menang.

Juara Eropa ini belum mencapai performa maksimal musim ini dan masih cemas soal finis di delapan besar Liga Champions serta lolos langsung ke babak 16 besar setelah kalah di pertengahan pekan dari Sporting Lisbon.

PSG juga tersingkir dari Piala Prancis dua pekan lalu oleh rival kota Paris FC.

Pemain yang patut diperhatikan: Ibrahim Mbaye

Sayap berusia 18 tahun yang ulang tahun pada Sabtu ini telah kembali ke PSG usai membantu Senegal meraih gelar Piala Afrika pada akhir pekan lalu.

Mbaye, yang sudah tampil 20 kali untuk PSG musim ini, memberikan kontribusi besar bagi Singa Teranga di Maroko dan masuk sebagai pemain pengganti di babak perpanjangan waktu pada kemenangan dramatis melawan tuan rumah di final.

Ia mencetak satu gol dan dua assist dalam dua laga terakhir untuk PSG sebelum berangkat ke Piala Afrika, di mana ia membukukan gol internasional keduanya saat melawan Sudan di babak 16 besar, dan kini berharap melanjutkan performa gemilang bersama klubnya.

Statistik kunci

2: Kedua kekalahan PSG di liga musim ini terjadi usai laga Liga Champions.

7: Marseille kalah tujuh dari 11 pertemuan Ligue 1 melawan Lens sejak tim utara itu promosi pada 2021.

5: Rennes kalah dalam kelima derby Bretagne terakhir melawan Lorient.

Jadwal pertandingan (waktu GMT)

Jumat

Auxerre v Paris Saint-Germain (1900)

Sabtu

Rennes v Lorient (1600), Le Havre v Monaco (1800), Marseille v Lens (2005)

Minggu

Nantes v Nice (1400), Brest v Toulouse, Metz v Lyon, Paris FC v Angers (semua 1615), Lille v Strasbourg (1945)