Lens Mengamuk Merebut Puncak Liga 1 Kembali, Marseille Tersungkur
Lens berhasil merebut kembali posisi teratas di Liga 1 pada hari Sabtu berkat kemenangan telak 5-0 yang dipicu oleh Wesley Said atas Paris FC, sementara penalti di menit akhir membuat Marseille hanya meraih hasil imbang melawan Strasbourg.
Kemenangan ketiga beruntun di liga ini, ditambah kekalahan Paris Saint-Germain 3-1 dari Rennes pada Jumat malam, mengirim tim Pierre Sage unggul satu poin dari sang juara bertahan.
Gol kuda-kuda dari Said dan Rayan Fofana, diapit oleh penalti Florian Thauvin, membawa Lens ke 52 poin, sementara Paris FC yang kesulitan bertahan di peringkat 15, delapan poin di atas zona degradasi.
"Setiap kali ada kesempatan, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk merebut posisi pertama dan mempertahankannya," kata Thauvin kepada L1+.
"Kami sadar itu tidak mudah, masih banyak pertandingan tersisa... Kami tidak terbawa euforia. Kami terus maju."
Tim tamu langsung mendominasi di Stade Jean-Bouin saat Said mengenai tiang gawang dan gol Florian Thauvin dianulir karena offside dalam seperempat jam pertama.
Namun, pertahanan lawan tidak bisa menahan lama ketika Odsonne Edouard mengoper bola untuk Said membuka skor pada menit ke-24.
Edouard kemudian dihentikan oleh wasit karena offside beberapa menit kemudian, sebelum Said menggandakan keunggulan Lens tujuh menit sebelum turun minum dengan tembakan keras ke sudut atas setelah serangan tim yang indah.
Pemenang Piala Dunia 2018, Thauvin, mengunci poin tak lama setelah menit ke-60 saat ia menendang bola dari titik penalti setelah Otavio melanggar Saud Abdulhamid.
Fofana dan Allan Saint-Maximin, yang masuk menggantikan Edouard dan Said, melanjutkan penyiksaan terhadap Paris FC dengan menambahkan dua gol di masa tambahan waktu melalui kerja sama mereka.
Kesulitan Berat
Marseille memulai era pasca Roberto De Zerbi dengan hasil imbang 2-2 di kandang melawan Strasbourg meski sempat unggul dua gol menjelang akhir babak kedua.
Pelatih asal Italia itu meninggalkan klub pantai selatan awal pekan ini setelah kekalahan 5-0 dari rival bebuyutan PSG pada Minggu lalu.
Gol dari Mason Greenwood dan Amine Gouiri seolah cukup untuk memberi pelatih sementara Jacques Abardonado tiga poin krusial.
Tapi, tendangan Sebastian Nanasi di babak kedua memicu akhir yang tegang di Stade Velodrome sebelum Joaquin Panichelli mengeksekusi penalti di menit-menit akhir waktu tambahan.
Kegagalan ini membuat Marseille terjebak di peringkat keempat, tertinggal 11 poin dari puncak.
"Ini jadi pola yang berulang. Situasinya mirip dengan laga melawan Paris FC, di mana kami unggul 2-0 tapi kebobolan penalti di waktu tambahan," ujar Abardonado.
"Tim mungkin bukan sedang sakit, tapi benar-benar kesulitan. Ketika hal ini terulang terus-menerus, sulit diatasi."
Hasil imbang ini mempertahankan Strasbourg di bawah asuhan Gary O'Neil di peringkat ketujuh dengan 31 poin.
Dengan banyak kursi kosong karena fans Marseille yang memprotes baru masuk pada menit ke-15, tuan rumah memimpin di suasana sepi ketika Greenwood melewati Andrew Omobamidele dan menyundul bola dengan lembut.
Strasbourg menguasai sisa babak pertama tapi gagal menembus pertahanan Marseille.
Skuad Abardonado menghukum tim tamu dua menit setelah istirahat saat Gouiri mencetak gol kelimanya di musim liga ini.
Tim tamu terus mendominasi penguasaan bola, tapi karena gagal mencetak gol, O'Neil melakukan pergantian pemain.
Nanasi masuk tepat setelah menit ke-60 dan mencetak gol pada menit ke-73 berkat umpan bagus dari Martial Godo di sisi lapangan.
Marseille tampak akan mempertahankan kemenangan hingga Emerson Palmieri menyentuh pengganti Gessime Yassine saat membersihkan bola, dan wasit menunjuk titik penalti di akhir waktu tambahan.
Panichelli maju dan menendang penalti tersebut pada menit ke-97 untuk memastikan hasil imbang di Velodrome.
Lille naik ke peringkat kelima, enam poin di belakang Marseille, dengan hasil imbang 1-1 di kandang melawan Brest berkat gol penyama Gaetan Perrin pada menit ke-71 untuk tuan rumah setelah Remy Labeau-Lascary memberi keunggulan bagi tim Breton lebih awal di babak kedua.