Lee Kang-In dari Korea Selatan bersinar dengan rating Flashscore tertinggi di hari pertama
Dia bergerak lincah di antara para pemain belakang Republik Ceko dengan sangat mudah, mendapatkan skor 9.1 menurut sistem penilaian pemain baru Flashscore! Namun apa sebenarnya yang melatarbelakangi nilai terbaik turnamen sejauh ini?
Lee Kang-In sangat dominan dalam perannya sebagai playmaker. Ia menciptakan tiga peluang emas, salah satunya berbuah gol penyeimbang dan sekaligus assist.
Patut dicatat juga lima umpannya ke kotak penalti Ceko dan akurasi operan yang luar biasa 100% (38/38).
Gelandang milik klub peraih dua gelar Liga Champions ini tampil sempurna, seperti klubnya dalam dua musim terakhir. Namun hal itu sudah bisa diduga dari pemain asal Incheon ini.
"Kualitas individu beberapa pemain Korea sudah disebut sebagai salah satu senjata utama tim bahkan sebelum pertandingan, dan hal ini terbukti di lapangan, terutama berkat penampilan Hwang In-Beom, Lee Jae-Sung, dan Lee Kang-In," kata analis data Flashscore Marek Kabát.
Para pemain belakang Ceko tak mampu mengimbangi bintang Korea Selatan ini dan terpaksa melanggarnya sebanyak empat kali. Di kesempatan lain, usaha itu pun gagal karena Lee berhasil melakukan lima dribel sukses. Sebagai perbandingan, semua pemain lain di pertandingan itu hanya mencatat total enam dribel!
Lee juga mendominasi duel. Bintang Korea Selatan ini memenangkan 10 dari 14 duel (tingkat keberhasilan 71%), sesuatu yang hanya bisa diimpikan oleh bek tengah Ceko (Robin Hranac 29% dan Stepan Chaloupek 25%).
Singkatnya, penampilan komprehensif yang akan menonjol meski menghadapi lawan yang lebih tangguh.
In-Beom yang Produktif
Rating tertinggi kedua dalam pertandingan diraih oleh Hwang In-Beom, yang berkontribusi pada tiga poin Korea Selatan dengan satu gol dan satu assist. Selain catatan golnya, gelandang Feyenoord yang mengatur tempo permainan ini juga mencatat lima operan progresif sukses dan tujuh kali menemukan rekan setim di sepertiga akhir lapangan.
"Orang Korea benar-benar mendominasi dalam menggerakkan bola ke depan dan menciptakan peluang, yang menjadi perbedaan utama dalam pertandingan," tambah Kabát.
Umpan assistnya yang brilian untuk gol kemenangan sudah membuktikan segalanya, dengan nilai xA (expected assist) 0.47. Hwang juga menunjukkan penyelesaian akhir yang hebat, mengonversi peluang dengan xG 0.36 menjadi tembakan dengan xGOT 0.91.
Pertahanan Ceko benar-benar tak mampu menemukan jawaban atas kerja sama antar pemain Korea. "Kedua gol diawali dengan penguasaan bola yang lebih lama dengan beberapa operan horizontal, kemudian diikuti umpan vertikal langsung yang lebih panjang yang mengarah pada situasi mencetak gol," pungkas Kabát dalam analisis datanya.