Juventus merawat luka usai tersingkir pilu dari Liga Champions
Juventus terpaksa merenungkan apa yang seharusnya bisa dicapai setelah nyaris melakukan kebangkitan hebat melawan Galatasaray meski hanya dengan sepuluh pemain, sebelum akhirnya tereliminasi dari Liga Champions dengan agregat 7-5.
Sedikit yang memprediksi Juve bisa lolos ke babak 16 besar pada hari Rabu itu setelah penampilan buruk di Istanbul pekan lalu membuat tim Italia itu tertinggal 5-2 dan membutuhkan mukjizat nyaris untuk maju.
Tapi kegagalan itu terasa sangat menyakitkan berkat permainan gemilang beserta gol dari Manuel Locatelli Federico Gatti dan Weston McKennie yang membawa pertandingan ke perpanjangan waktu di tengah gemuruh sorak sorai.
Victor Osimhen dan Baris Yilmaz mencetak gol pada periode tambahan itu untuk mengirim Juve pulang sementara kapten Manuel Locatelli mengaku ingin menangis.
Semua yang saya tahu kami sudah curahkan jiwa raga di laga itu kami berikan segalanya kata Locatelli.
Kami sedang di jalur yang benar bersama pelatih dan saya rasa itu terlihat meski kami kalah di beberapa pertandingan belakangan ini.
Juve mendapat tepuk tangan dari pendukungnya usai penampilan yang akan memperkuat ambisi mereka kualifikasi ke edisi Liga Champions musim depan.
Raksasa Turin itu berada di posisi kelima Serie A tertinggal empat poin dari Roma di peringkat keempat jelang kunjungan ke klub ibu kota pada Minggu nanti.
Tapi ikon Juve Giorgio Chiellini berharap lebih terutama dengan salah satu dari Liverpool atau Tottenham menanti Galatasaray di ronde berikutnya.
Kami kecewa dan sedih atas usaha yang kami lakukan dan apa yang kami tunjukkan hari ini kata Chiellini yang kini menjabat sebagai pejabat klub.
Yang kami lakukan hari ini harus jadi titik awal untuk sisa musim ini.