'Jiwaku sedang tersiksa,' kata Diaz usai gagal penalti di final AFCON
Hari setelah kegagalan penalti Brahim Diaz yang membuat Maroko kehilangan gelar Piala Afrika atau AFCON melawan Senegal, pemain Real Madrid itu berjanji pada Senin untuk membalas kepercayaan para penggemar negaranya.
"Jiwaku sedang tersiksa," tulis Diaz di Instagram. "Saya memimpikan trofi ini berkat semua kasih sayang yang kalian berikan, atas setiap pesan, atas setiap dukungan yang membuat saya merasa tidak sendirian. Saya berjuang dengan segala yang saya miliki, terutama dengan hati saya."
Diaz memperoleh penalti di menit tambahan setelah dirinya terjatuh saat berebut bola sudut. Setelah jeda panjang untuk tinjauan video dan beberapa pemain Senegal meninggalkan lapangan untuk protes, Diaz mencoba mengecoh Edouard Mendy dengan tendangan penalti chip. Namun kiper itu tidak tertipu dan menangkap bola dengan mudah. Senegal akhirnya menang di babak perpanjangan waktu.
"Saya gagal dan saya tanggung jawab penuh, serta minta maaf dari lubuk hati saya," tulis Diaz.
"Sulit bagi saya untuk bangkit, karena luka ini tidak mudah sembuh, tapi saya akan berusaha. Bukan untuk diri saya sendiri, melainkan untuk semua yang percaya padaku, dan untuk mereka yang ikut menderita bersamaku.
"Saya akan terus maju hingga suatu hari saya bisa membalas semua kasih sayang ini dan menjadi kebanggaan rakyat Maroko."