Timnas Jerman Menang Tipis Lawan AS di Laga Uji Coba Terakhir Piala Dunia
Menjelang turnamen tuan rumah, AS mengambil langkah berani dengan berhadapan dengan salah satu raksasa Eropa. Suasana Soldier Field yang penuh sesak sontak hening saat pasukan mereka tertinggal hanya dalam waktu kurang dari dua menit.
Umpan tendangan bebas Joshua Kimmich meluncur sempurna ke kepala Kai Havertz yang tak terkawal. Pemain Jerman itu kembali menunjukkan ketajamannya seperti di final Liga Champions UEFA dengan menanduk bola melewati Matt Freese.
Meski harus menghadapi beberapa serangan berikutnya, tuan rumah bekerja keras untuk membalikkan momentum dan segera menjadi tim yang lebih dominan.
Sempat ada hambatan di sepertiga akhir lapangan, namun Antonee Robinson membuktikan bahwa mereka tak perlu menunggu lama. Sepuluh menit sebelum jeda, ia mengambil bola hasil sepak pojok yang dibuang, lalu melepaskan tembakan voli penuh tenaga dari tepi kotak penalti. Bola melesat cepat dan bersarang di gawang Oliver Baumann.
Gol tersebut memberi kepercayaan diri bagi AS untuk terus menekan, menghasilkan tembakan melambung dari Sergino Dest dan Christian Pulisic menjelang turun minum.
Gol awal Jerman sebenarnya menutupi performa buruk mereka di babak pertama secara keseluruhan. Meski kembali unggul, mereka terus kewalahan.
Pulisic baru saja memaksa Baumann melakukan penyelamatan ganda yang luar biasa saat Jerman melancarkan serangan balik. Havertz kemudian mengumpan Leroy Sane yang langsung melepaskan tembakan keras ke sudut jauh gawang dari tepi kotak.
Beberapa menit kemudian, Joe Scally mencoba hal serupa di sisi lain, namun Baumann kembali menepis bola. Tembakan Brenden Aaronson di menit akhir juga berakhir sama.
Tim berjuluk The Stars and Stripes itu pada akhirnya tak mampu memperdaya kiper Jerman lagi sebelum peluit panjang. Namun, para pendukung USMNT punya alasan untuk optimistis menjelang turnamen mendatang, dengan dukungan kandang dan bimbingan cakap Mauricio Pochettino yang berpotensi menjadi kombinasi yang menguntungkan.
Cedera yang dialami Lennart Karl beberapa hari lalu tentu merugikan Jerman, namun akan menjadi kejutan besar jika mereka tidak tampil lebih baik dari kegagalan di fase grup pada 2018 dan 2022.