Jepang Bersiap Ubah Taktik untuk Hadapi Korea Selatan di Semifinal Piala Asia
Pelatih Nils Nielsen menyatakan pada Selasa bahwa Jepang yang sedang on fire dalam mencetak gol harus mengubah strategi mereka di semifinal Piala Asia Wanita melawan Korea Selatan saat mereka mengejar gelar ketiga di level benua.
Pertemuan di Sydney pada Rabu akan mempertemukan dua tim dengan catatan gol terbanyak di turnamen ini, di mana Jepang telah mencetak 24 gol dalam empat laga mereka sejauh ini dan Korea Selatan 16 gol.
Yang dipertaruhkan adalah tiket ke final pada Sabtu melawan tuan rumah Australia atau juara bertahan China.
Keunggulan ada di pihak Jepang. Berperingkat 13 tingkat lebih tinggi di posisi delapan dunia, mereka belum pernah kalah dari Korea Selatan selama lebih dari satu dekade dan belum kebobolan satu pun gol di Australia.
Rekor tersebut mungkin terancam oleh tim disiplin yang mencapai final empat tahun lalu dan sangat haus meraih gelar Piala Asia pertama mereka.
"Ini akan menjadi laga sulit karena Korea Selatan punya ancaman jadi kami harus menghormati itu. Kami tidak bisa bermain seperti sebelumnya," ujar Nielsen asal Greenland, yang memiliki skuad penuh pemain berbasis di Inggris.
"Kami punya rencana untuk menetralkan kecepatan serangan balik mereka dan kami juga punya taktik lain jika diperlukan. Secara umum, kami harus fokus pada permainan menyeluruh bukan hanya serangan kami.
"Kami belum banyak menggunakannya sejauh ini tapi kami biasanya cukup disiplin dalam bertahan dan itu akan memastikan kami tidak tertangkap basah."
Korea Selatan mendapat dorongan dengan kembalinya penyerang Jeon Yu-gyeong, yang absen di kemenangan 6-0 mereka atas Uzbekistan di perempat final.
"Kami menghadapi tim terbaik Asia yaitu Jepang tapi saya harap pemain saya bisa tampil bagus," kata pelatih Shin Sang-woo.
"Benar bahwa sudah lebih dari 10 tahun sejak kami mengalahkan mereka di laga resmi.
"Tapi kami sudah banyak berubah sejak saya jadi pelatih kepala (pada 2024) dan semoga besok kami bisa tunjukkan bahwa kami punya kemampuan untuk kalahkan Jepang.
"Pemain Jepang punya kualitas teknis individu tinggi dan secara taktik mereka kuat dalam organisasi," tambahnya.
"Untuk mengalahkan mereka kami harus hentikan kekuatan mereka dan tunjukkan kekuatan kami."