James Garner Bertekad Raih Kemuliaan Piala Dunia untuk Ulangi Kemenangan Tim Muda Inggris
Gelandang Everton ini mendapat kesempatan untuk tampil di babak final yang digelar di Amerika Serikat Kanada dan Meksiko berkat keputusan pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel yang memasukkannya ke skuad luas untuk laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang.
Masuknya Garner terjadi setelah musim yang impresif bagi Everton yang bangkit dan bagi pemuda berusia 25 tahun itu yang telah merasakan sukses bersama tim U-21 Inggris dengan memenangkan Kejuaraan Eropa junior 2023 kini ia menargetkan hadiah terbesar dalam sepak bola dunia.
"Bagi saya pribadi itu mungkin salah satu perasaan terbaik yang pernah saya rasakan saat memenangkan Euros bersama tim U-21 " kata Garner kepada wartawan.
"Jadi saya ingin melangkah lebih jauh lagi semoga bisa memenangkan trofi untuk tim utama juga.
"Saya berharap pemanggilan saya terealisasi. Saya merasa secara pribadi musim ini saya tampil baik dan mungkin ini adalah performa terbaik sejak saya mulai bermain jadi saya sangat yakin dan berharap mendapat panggilan dan saya sangat bersyukur atas itu.
"Saya katakan pada diri sendiri di awal musim bahwa musim ini harus menjadi saatnya saya tunjukkan kemampuan saya kepada semua orang. Saya rasa sejauh ini saya sudah berhasil."
Garner tergabung dalam skuad terbagi di mana beberapa pemain akan meninggalkan setelah laga persahabatan di Wembley melawan Uruguay pada Jumat dan 11 pemain lain akan bergabung untuk pertandingan melawan Jepang pada Selasa.
Ditanya berapa lama ia akan terlibat Garner menjawab: "Saya tidak terlalu yakin jujur saja ini skuad terbagi pemain datang dan pergi tapi saya belum diberi tahu banyak.
"Saya berada di sini sampai pertandingan Uruguay jadi saya tidak tahu setelah itu."
Sementara itu Tuchel mengatakan ia ingin fokus pada permainan situasi mati selama kumpul tim saat ini dengan kerja bola mati menjadi faktor kunci dalam perjalanan Inggris ke semifinal Piala Dunia di bawah Gareth Southgate pada 2018.
"Kami berada di era permainan yang sangat fisik di Liga Premier dan era di mana situasi mati tendangan bebas sudut dan lemparan masuk sangat dihargai " ujar Tuchel.
Pria Jerman berusia 52 tahun mantan pelatih Chelsea itu menambahkan: "Itu bagian dari permainan dan meskipun saya sebutkan (situasi mati) berkali kali hari ini itu bukan bagian utama dari pendekatan kami. Tapi itu harus menjadi bagian terutama dalam sepak bola babak gugur."