Inter gagal meraih poin penuh di kandang Fiorentina usai gol penyeimbang akhir dari Ndour

Inter gagal meraih poin penuh di kandang Fiorentina usai gol penyeimbang akhir dari Ndour

Tim yang dulu pernah berdampingan dengan Inter sebagai salah satu dari Tujuh Saudari di Serie A pada era 1990an yang bergengsi, Fiorentina memulai pertandingan ini dengan cara terburuk melawan pemuncak klasemen yang mendominasi.

Pio Esposito memimpin serangan awal saat ia mencetak gol untuk Inter dengan sundulan indah dari umpan silang Nicolo Barella tepat di menit pertama, kemudian Barella nyaris menambah gol tapi usahanya yang terpantul dianulir karena offside, sementara La Viola tampak seperti berjalan dalam tidur menuju kekalahan telak.

Namun, skuad Paolo Vanoli perlahan mulai bangkit dan menciptakan beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan di babak pertama yang penuh semangat.

Moise Kean hampir saja menyundul bola umpan silang Marco Brescianini di tiang jauh, sementara Albert Guðmundsson gagal memanfaatkan umpan menggoda dari Dodo dengan baik, bola malah memantul dari bahu pemain Islandia itu sebelum keluar lapangan. Kean kemudian juga kehilangan gol karena offside, dalam serangan balik akhir babak pertama yang memberi harapan bagi tuan rumah menjelang istirahat.

Fiorentina kesulitan mempertahankan intensitas serupa setelah jeda, sementara Inter menyia nyiakan dua kesempatan untuk menggandakan keunggulan, karena Manuel Akanji dan Marcus Thuram sama sama meleset dari umpan tendangan sudut.

Tapi seperti di babak pertama, Fiorentina bangkit seiring berjalannya waktu dan akhirnya mendapat hasil usaha dengan gol penyeimbang di menit ke 77, saat Cher Ndour bereaksi paling cepat dari bola pantul untuk menembak dari jarak dekat, setelah Yann Sommer hanya mampu menepis tembakan miring Gudmundsson ke arah gelandang itu.

Seluruh momentum bergeser ke pihak La Viola, dan Jack Harrison nyaris mencetak gol kedua dengan tembakan melengkung kaki kiri yang melesat sedikit lepas dari tiang jauh.

Pada akhirnya, kedua tim berbagi poin, yang melanjutkan kebangkitan terkini Fiorentina yang sangat tepat waktu. La Viola kini tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi (M3 S2), tapi tak ada yang terlalu bersemangat mengingat posisi rawan mereka di peringkat 16 hanya unggul dua poin dari zona degradasi.

Sementara itu, Inter melewatkan kesempatan untuk mempertegas keunggulan delapan poin di puncak, dan kini memimpin enam poin atas rival sekota AC Milan di atas klasemen.