Infantino Sebut Pemain yang Menutup Mulut Saat Bicara Berpotensi Diusir
Ketua FIFA Gianni Infantino mengusulkan agar pemain yang menutupi mulutnya ketika berbicara dengan lawan bisa diberi kartu merah, terkait tuduhan rasisme terhadap Gianluca Prestianni dari Benfica.
Pemain Argentina Prestianni dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior pada pertandingan Liga Champions bulan lalu, sambil menutupi mulutnya menggunakan baju.
Masalah ini dibahas dalam pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional atau IFAB pada hari Sabtu.
"Jika seorang pemain menutupi mulutnya dan mengatakan sesuatu, yang mengakibatkan dampak rasis, maka dia harus diusir, tentu saja," ujar Infantino kepada Sky News.
"Harus ada dugaan bahwa dia mengucapkan hal yang tidak seharusnya, kalau tidak, dia tidak perlu menutupi mulutnya.
"Saya benar benar tidak mengerti, jika tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus menutupi mulut saat berbicara. Begitu saja, sesederhana itu.
"Dan ini adalah langkah yang bisa kita ambil serta harus kita lakukan untuk serius melawan rasisme."
Kongres FIFA berikutnya akan digelar bulan depan di Vancouver, di mana badan pengatur sepak bola ini mungkin memutuskan menerapkan aturan untuk mencegah pemain menutupi mulut pada Piala Dunia tahun ini.
Infantino juga mengemukakan ide hukuman berbeda untuk pelecehan rasial, tergantung apakah pelaku secara terbuka meminta maaf atau tidak.
"Mungkin kita juga harus memikirkan tidak hanya menghukum, tapi juga membuka peluang untuk mengubah budaya, memungkinkan pemain atau siapa pun yang melakukan kesalahan untuk meminta maaf," tambahnya.
"Anda bisa melakukan hal hal yang tidak diinginkan saat marah, lalu minta maaf, dan sanksi yang diberikan harus berbeda, untuk melangkah lebih maju, mungkin kita harus mempertimbangkan hal seperti itu juga."
Prestianni sementara dilarang bertanding pada leg kedua pertandingan Liga Champions sambil menunggu hasil investigasi UEFA, dan berpotensi dilarang tampil selama 10 pertandingan jika terbukti bersalah. Dia membantah melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius.