Impian gelar Lens mendapat pukulan telak usai kalah berat dalam derby melawan Lille

Impian gelar Lens mendapat pukulan telak usai kalah berat dalam derby melawan Lille

Meskipun catatan pertandingan kandang Lille belakangan ini kurang mengesankan, rekor head to head terbaru Les Dogues kontra Les Sang et Or memberikan sedikit harapan bagi mereka, dan tim tuan rumah tampil sangat dominan sejak menit awal babak pertama.

Setelah menelan kekalahan dari Aston Villa di UEFA Europa League bulan lalu, liga menjadi satu-satunya jalan Lille menuju kualifikasi UEFA Champions League musim depan, dan penampilan mereka di 45 menit pembuka menunjukkan tekad serta semangat yang kuat.

Tim tuan rumah menguasai bola dan ritme permainan sepanjang babak pertama, tapi mereka harus menunggu hingga satu menit jelang turun minum untuk membuka keunggulan.

Umpan silang Matias Fernandez-Pardo dari garis samping kotak penalti menemukan Hákon Haraldsson yang tidak dijaga, dan gelandang asal Islandia itu dengan mudah menendang bola ke gawang kosong dari jarak dekat, memberikan keunggulan bagi tuan rumah saat babak pertama usai.

Walaupun tim tamu menunjukkan penampilan mengecewakan di babak pertama, mereka sadar masih ada peluang di babak kedua.

Namun, hanya empat menit setelah kick-off babak kedua, umpan balik salah Matthieu Udol dicegat oleh Felix Correia, dan sayap itu melewati Robin Risser sebelum menendang bola ke gawang untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.

Tim tamu kini berada dalam situasi sulit setelah kebobolan lagi, tapi ketika Ismaelo Ganiou dilanggar aturan tangan di dalam kotak penalti, Fernandez-Pardo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunci kemenangan.

Hasil ini membalas kekalahan 3-0 Lille di pertemuan sebelumnya, mengangkat Les Dogues ke posisi ketiga, sementara Lens tetap di peringkat kedua dengan selisih empat poin dari pemuncak Paris Saint-Germain, meski telah memainkan satu laga lebih banyak.