Igor Tudor Keluar dari Tottenham atas Kesepakatan Bersama Usai Masa Singkat yang Gagal Total
Setelah serangkaian hasil buruk terutama kekalahan 5-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions orang banyak menduga pelatih asal Kroasia itu akan dipecat karena gagal menghentikan penurunan performa Spurs yang kini hanya berjarak satu poin dari zona degradasi di Premier League.
Ternyata ia memilih hengkeng klub secara kesepakatan bersama. Kematian ayahnya kemungkinan memengaruhi waktu keputusan tersebut.
Tudor diharapkan menjadi penyelamat yang masuk untuk menyelamatkan klub London Utara setelah masa kepelatihan Thomas Frank yang mengecewakan namun tanpa satu pun kemenangan di Premier League situasi justru semakin memburuk.
"Kami mengonfirmasi bahwa telah disepakati secara bersama agar pelatih kepala Igor Tudor meninggalkan klub dengan segera," bunyi pernyataan dari Tottenham.
"Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci juga meninggalkan peran mereka masing-masing sebagai pelatih kiper dan pelatih fisik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Igor Tomislav dan Riccardo atas usaha mereka selama enam minggu terakhir di mana mereka bekerja tanpa lelah. Kami juga menyadari duka yang baru saja dialami Igor dan mengirimkan dukungan kepada dia dan keluarganya pada masa sulit ini.
"Pembaruan mengenai pelatih kepala baru akan diberikan pada waktunya."
Selama menjabat sebagai pelatih kepala Tudor kalah dalam derby London Utara di kandang melawan Arsenal serta pertandingan krusial melawan Crystal Palace Fulham dan saingan degradasi Nottingham Forest pada pekan lalu.
Beberapa keputusan taktikal seperti memulai kiper Antonin Kinsky melawan Atleti yang ternyata menjadi pilihan buruk karena kiper asal Ceko itu melakukan dua kesalahan yang menyebabkan gol sebelum ditarik keluar pada menit ke-16 secara memalukan serta sikapnya dalam konferensi pers menjadi salah satu masalah yang menghantui masa jabatannya.
Tudor bangkit dari kekalahan Atleti secara mengejutkan dengan hasil imbang melawan Liverpool kemudian mengalahkan klub Madrid pada leg kedua di kandang. Hasil positif itu diikuti oleh kekalahan telak 3-0 dari Forest.
Tottenham belum pernah terdegradasi dari Premier League sepanjang sejarah mereka dan belum mengalami kehormatan jatuh ke divisi kedua sejak era 1970an tapi kini mereka menghadapinya dengan hanya tujuh laga tersisa di musim liga.
Mantan pelatih dan idola penggemar Harry Redknapp sering dikaitkan dengan posisi itu tapi calon terdepan saat ini tampaknya Adi Hutter dari Austria yang pernah melatih Monaco.