Hugo Broos Bicara soal Langkah Berikutnya Afrika Selatan di Piala Dunia dan Melindungi Relebohile Mofokeng

Hugo Broos Bicara soal Langkah Berikutnya Afrika Selatan di Piala Dunia dan Melindungi Relebohile Mofokeng

Pelatih asal Belgia, Hugo Broos, dikenal blak-blakan dan selalu menyuarakan isi pikirannya. Pekan ini ia mengungkapkan harapannya untuk tim di putaran final Piala Dunia setelah mengumumkan skuad berisi 26 pemain.

Setelah melawan Meksiko, Afrika Selatan juga akan bertemu Republik Ceko di Atalanta pada 18 Juni dan Korea Selatan di Monterrey pada 24 Juni.

Bagaimana perasaan Anda setelah skuad 26 pemain untuk Piala Dunia diumumkan?

Saya merasa lega, antusias, dan percaya diri. Dua pekan terakhir cukup menegangkan karena kami harus membuat keputusan yang sangat berat. Kami menghabiskan banyak waktu membahas setiap posisi dan setiap pemain. Sekarang keputusan sudah diambil, saya yakin itu adalah pilihan yang tepat, dan saya bersemangat karena kami akan pergi ke Piala Dunia. Ini adalah turnamen terbesar dalam sepak bola, dan Afrika Selatan sudah lama menunggu untuk kembali ke panggung ini. Saya percaya pada kualitas skuad ini dan yakin kami bisa meraih hasil baik. Tidak akan mudah, tetapi di grup kami tidak ada tim yang menjadi favorit mutlak. Jika kami bisa meraih tiga poin secepat mungkin, saya yakin peluang kami untuk lolos ke babak gugur sangat besar. Bagi sepak bola Afrika Selatan, ini adalah kesempatan untuk menorehkan sejarah.

Seberapa sulit proses seleksi akhir?

Sangat sulit dan sangat emosional. Saya memberi tahu para pemain bahwa saya harus mengambil keputusan dengan kepala dingin, bukan dengan hati. Jika saya mengikuti hati, kami pasti akan membawa lebih dari 26 pemain. Kami berbicara satu per satu dengan setiap pemain yang tidak masuk skuad akhir. Percakapan itu tidak pernah menyenangkan, tetapi itu bagian dari sepak bola. Setiap keputusan diambil demi kepentingan tim. Pada akhirnya, seorang pelatih dinilai dari hasil. Sekarang saya yakin pilihan ini benar, dan kita akan lihat setelah turnamen apakah itu terbukti tepat.

Apakah para pemain siap mental untuk Piala Dunia yang datang segera setelah musim domestik?

Belum semuanya, terutama pemain Mamelodi Sundowns. Mereka baru saja memenangkan CAF Champions League dan melalui masa emosional. Mereka pantas merayakan dan memulihkan diri, terutama secara mental. Itu sebabnya mereka tidak langsung dimasukkan kembali ke dalam pertandingan. Setelah istirahat sejenak dan persiapan akhir, saya yakin masih ada waktu bagi semua orang untuk fokus penuh pada Piala Dunia.

Apakah Anda puas dengan kualitas lawan dalam pertandingan persiapan melawan Nikaragua dan Jamaika?

Idealnya, kami ingin melawan tim Eropa atau Asia, tetapi banyak faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Ada tantangan jadwal, pertimbangan perjalanan, dan realitas keuangan. Beberapa calon lawan tidak tersedia pada waktu yang tepat, sementara yang lain terlalu mahal. Yang terpenting bagi saya adalah kami memainkan pertandingan kompetitif. Jamaika misalnya, adalah lawan yang bagus dan akan memberikan ujian yang berguna. Bermain sekali melawan tim Eropa belum tentu mengajarkan semua hal yang perlu kami ketahui. Hal penting adalah melawan lawan berkualitas dan terus berkembang.

Faktor apa yang paling penting saat memilih skuad Piala Dunia?

Anda butuh keseimbangan. Kami melihat performa, pengalaman, atribut fisik, dan bagaimana pemain cocok dalam kelompok. Integrasi juga penting. Misalnya, terkadang Anda memiliki dua pemain dengan kualitas serupa, tetapi satu sudah lebih lama bersama tim nasional dan lebih memahami lingkungan. Kami juga cermat memerhatikan profil fisik skuad karena beberapa lawan sangat kuat dan tinggi. Anda harus mempertimbangkan semua elemen ini saat membangun tim untuk turnamen besar. Saya yakin kami telah menemukan keseimbangan yang tepat.

Seberapa penting pemain yang datang setelah memenangkan trofi?

Sangat penting. Kami memiliki pemain dari juara liga dan juara CAF Champions League. Mereka membawa pengalaman, kepercayaan diri, dan mentalitas pemenang. Pemain Sundowns baru saja melalui salah satu pertandingan paling sulit dalam karier mereka, baik secara teknis maupun mental. Pengalaman seperti itu sangat berharga di Piala Dunia. Saya juga senang mereka menang karena kesuksesan menciptakan energi positif. Jauh lebih baik menyambut pemain ke kamp setelah kemenangan daripada setelah kekecewaan.

Bagaimana Anda mengelola ekspektasi terhadap Relebohile Mofokeng yang berusia 21 tahun?

Yang terpenting adalah memberinya kepercayaan diri sekaligus melindunginya. Saya sering bicara dengannya karena saya paham apa yang terjadi dalam kariernya selama dua tahun terakhir. Dia berubah dari pemain muda tak dikenal menjadi salah satu bintang terbesar sepak bola Afrika Selatan. Dia adalah talenta luar biasa, tetapi masih muda dan berkembang. Kita tidak boleh memberi terlalu banyak tekanan di pundaknya. Dia bisa banyak membantu kami dan saya yakin dia berpotensi menjadi pemain yang lebih baik lagi, terutama jika pindah ke liga yang lebih kuat. Namun dia masih butuh pengalaman dan pertumbuhan sebelum kami mengharapkannya memikul seluruh tim.

Apa ekspektasi Anda untuk Bafana Bafana di Piala Dunia?

Kami sudah sampai pada titik di mana harus mengambil langkah berikutnya. Piala Dunia adalah level tertinggi dalam sepak bola dan kami akan menghadapi pemain yang lebih berpengalaman. Untuk sukses, kami harus terus berevolusi. Saya membandingkannya dengan Piala Afrika 2023 di Pantai Gading. Setelah kalah di pertandingan pertama melawan Mali, kami sadar bahwa bermain indah saja tidak cukup. Kami butuh intensitas lebih, kekuatan lebih, dan ketangguhan lebih. Para pemain memahami pelajaran itu. Kami berubah, mencapai semifinal, dan meraih medali perunggu. Kini kami menghadapi tantangan lain. Kami harus kembali meningkatkan level dan menjadi tim yang lebih lengkap. Saya yakin kami mampu melakukannya. Jika berhasil, kami bisa menjadi tim yang tidak ingin dihadapi siapa pun.