Hearts Kecam 'Aksi Memalukan' Usai Invasi Lapangan Suporter Celtic

Hearts Kecam 'Aksi Memalukan' Usai Invasi Lapangan Suporter Celtic

Pasukan Derek McInnes, yang nyaris tak tergoyahkan di puncak klasemen sepanjang musim, datang ke Glasgow dengan kebutuhan hanya satu hasil imbang untuk mengklaim gelar juara pertama mereka dalam 64 tahun terakhir.

Akan tetapi, dua gol telat dari Daizen Maeda dan Callum Osmand yang masuk dari bangku cadangan menghancurkan mimpi mereka.

Gol penutup tersebut memicu kerumunan suporter memasuki lapangan, membuat para pemain Hearts yang kecewa harus dikawal menuju lorong untuk menghindari kontak langsung dengan fans lawan.

Beberapa saat kemudian, para pemain tamu langsung naik ke bus tim dengan seragam pertandingan masih melekat, memulai perjalanan berat pulang ke Edinburgh.

Menyusul insiden kotor tersebut, Hearts merilis pernyataan tegas yang mengecam kejadian di akhir laga Sabtu lalu.

"Heart of Midlothian mengutuk sepenuhnya pemandangan tak pantas yang terjadi di Celtic Park sore ini, yang kembali mencoreng wajah sepak bola Skotlandia," kata klub itu.

"Informasi tentang kekerasan fisik dan lisan yang menimpa para pemain dan staf kami, baik di dalam maupun luar lapangan, sungguh meresahkan.

"Kami tengah menyelidiki secara menyeluruh dan berkomunikasi dengan Kepolisian Skotlandia. Untuk saat ini, kami tak akan berkomentar lebih lanjut, kecuali menegaskan bahwa memperlakukan pemain dan staf kami seperti itu benar-benar tidak bisa ditoleransi."

Menurut Hearts, mereka terpaksa hengkang dari Celtic Park karena "iklim yang intimidatif dan berbahaya di dalam stadion".

Klub asal Edinburgh itu mengaku bahkan tidak yakin apakah laga sudah benar-benar usai saat kekacauan terjadi.

"Dengan demikian, para pemain kami kehilangan momen untuk menyampaikan apresiasi kepada suporter setia yang fenomenal satu per satu atas dukungan sepanjang musim ini," sambung pernyataan tersebut.

"Kami mendesak agar otoritas sepak bola mengambil langkah tegas yang paling keras."

Ketika suporter Celtic berpesta merayakan gelar liga Skotlandia kelima beruntun, Kepolisian Skotlandia mengumumkan pada Sabtu malam bahwa aparat mereka "sedang menangani kerusuhan" di kawasan Trongate, Glasgow.

"Aparat terjun ke tengah massa untuk menangani darurat medis, namun mendapat perlawanan sengit berupa lemparan botol dan benda tajam lainnya," kata kepolisian dalam pernyataan singkat.

"Langkah tegas tengah diambil untuk membubarkan kerumunan. Demi keselamatan, seluruh warga diminta segera menjauh dari lokasi," tambahnya.

Rekaman foto dan video dari lokasi memperlihatkan pasukan polisi bersenjatakan tameng anti huru-hara berusaha mengendalikan kerumunan usai insiden lemparan botol dan berbagai objek.