Harapan Hoffenheim ke Liga Champions Pupus Usai Dihancurkan Gladbach
Tim tamu sempat membuang peluang emas untuk memimpin di awal laga. Andrej Kramaric melepaskan tembakan langsung ke arah Moritz Nicolas dari jarak dekat setelah diumpan oleh Fisnik Asllani. Gladbach merespons dengan cepat dan berhasil unggul lewat Tomas Brolin. Ia menyambut umpan dada dari Wael Mohya yang membuat bola masuk setelah mengenai tiang gawang.
Setelah kabar bahwa rival perebutan tempat Liga Champions, Stuttgart, juga berhasil unggul, situasi semakin memburuk bagi Hoffenheim saat Gladbach menggandakan keunggulan melalui Haris Tabakovic yang berhadapan dengan klub induknya. Bola jatuh ke kakinya setelah melalui sepak pojok yang membelok, dan ia dengan tenang mencetak gol ke-13 musim ini.
Meski Hoffenheim bertaruh besar, tuan rumah justru lebih sering mengancam. Ozan Kabak melakukan blok gemilang untuk menggagalkan gol pasti Nico Elvedi, sebelum Tabakovic gagal mencetak dwigol setelah sundulannya dari sudut sempit ditepis Oliver Baumann dari tendangan sudut.
Pada babak kedua, Hoffenheim perlu mengubah keadaan, namun harapan mereka untuk bangkit kembali semakin pupus saat Tim Lemperle mendapatkan kartu kuning kedua segera setelah peluit babak kedua, akibat pelanggaran ceroboh terhadap Kevin Diks. Hoffenheim pun harus bermain dengan 10 pemain.
Rasa sakit hampir bertambah pada menit ke-60 ketika Tabakovic menyelesaikan peluang dengan rapi ke sudut bawah gawang, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.
Namun, gol ketiga yang dicetak oleh Diks tidak bisa dihindari. Ia melepaskan tembakan melengkung yang menawan ke sudut atas gawang dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan dari Elvedi.
Setelah itu, hari semakin sempurna bagi Gladbach dengan kembalinya pencetak gol terbanyak musim lalu, Tim Kleindienst, dari cedera panjang. Puncak kegembiraan ditambah oleh pemain pengganti Robin Hack yang dengan tenang menjebol gawang Baumann dalam situasi satu lawan satu di menit-menit akhir.
Hasilnya, Gladbach memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang menjadi tujuh pertandingan (empat menang, tiga imbang) yang mengamankan posisi nyaman di papan tengah. Hoffenheim pada akhirnya harus puas dengan tempat di Liga Europa UEFA, meskipun finis di peringkat kelima merupakan hasil terbaik mereka sejak musim 2017/2018.