Hamraoui kalah dalam gugatan terhadap PSG atas kurangnya dukungan pasca serangan
Mantan pemain sepak bola wanita Paris Saint-Germain Kheira Hamraoui pada hari Selasa kalah dalam tuntutannya senilai 3.5 million-euro ($4m) di pengadilan tenaga kerja Prancis. Ia menuduh dipaksa meninggalkan klub setelah mengalami serangan brutal menggunakan batang besi.
Kasus ini berasal dari kekerasan yang dialaminya empat tahun lalu dengan dugaan keterlibatan rekan setimnya.
Pada November 2021 Hamraoui diserang oleh dua pria bertopeng setelah pulang dari makan malam tim bersama rekan setim Aminata Diallo di dalam mobil.
Setelah Diallo ditahan dan didakwa sebagai dalang serangan tersebut Hamraoui diduga menjadi korban perundungan dari beberapa pemain PSG.
Hamraoui menuntut ganti rugi dari mantan klubnya karena merasa tidak mendapat dukungan memadai.
Ia mengaku diasingkan di lapangan di ruang ganti dan mengalami pelecehan di media sosial.
Akibatnya ia terpaksa meninggalkan klub Paris pada 2023 untuk bergabung dengan klub yang kurang bergengsi terlebih dahulu di Meksiko kemudian di Arab Saudi.
Pengacanya Pascal-Pierre Garbarini menyatakan kepada AFP bahwa Hamraoui akan mengajukan banding atas putusan hari Selasa.
"Kasus ini kuat" kata Garbarini.
"Pengadilan tenaga kerja menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap lingkungan olahraga poin yang akan saya jelaskan lebih lanjut dan dengan ketelitian lebih besar di hadapan hakim Pengadilan Banding yang merupakan magistrat profesional."
PSG menyatakan dalam pernyataan bahwa putusan tersebut "mengonfirmasi bahwa klub bertindak sesuai hukum dan kewajiban kontraktualnya sepanjang hubungan kerja" dengan Hamraoui.