Guardiola Berburu Cara Atasi Kebiasaan Merosot di Paruh Kedua Manchester City
Pep Guardiola menyatakan pada Selasa bahwa Manchester City perlu mengatasi kebiasaan merosot performa di babak kedua jika ingin punya peluang mengejar Arsenal di puncak klasemen Liga Premier.
City mencetak dua gol menjelang akhir untuk meraih kemenangan 2-1 saat bertandang ke Liverpool pada Minggu dan kembali memangkas jarak menjadi enam poin dari The Gunners.
Namun, itu merupakan gol pertama yang dicetak tim Guardiola di babak kedua dalam pertandingan Liga Premier mana pun sepanjang 2026.
City kehilangan keunggulan 2-0 di babak pertama hingga imbang 2-2 melawan Tottenham pekan sebelumnya dan lagi-lagi kalah penguasaan di sebagian besar babak kedua di Anfield setelah mendominasi 45 menit awal.
Kemenangan atas Fulham pada Rabu akan mempersempit selisih di puncak menjadi tiga poin setidaknya selama 24 jam sebelum Arsenal bertamu ke Brentford.
Tapi Guardiola menilai pembicaraan soal perebutan gelar masih terlalu dini hingga City memperbaiki ketidakstabilan mereka.
"Kami harus lebih baik dan mendekati performa babak pertama di Anfield bukan babak kedua," ujar Guardiola dalam konferensi pers pra-pertandingan.
"Apa alasan kenapa di babak kedua performa kami masih menurun?
"Bukan soal selisih tiga, empat, lima, atau enam poin karena jika kami tak melakukannya, kami tak akan menang. Mungkin bukan lawan Fulham, mungkin melawan Newcastle atau mungkin di laga berikutnya kontra Leeds."
Seruan City untuk meraih trofi di empat kompetisi berbeda mendapat dorongan dari kembalinya Ruben Dias sebagai pemain pengganti di babak kedua saat melawan Liverpool.
Tapi dengan absennya bek tengah Dias dan Josko Gvardiola karena cedera, Abdukodir Khusanov telah memanfaatkan kesempatan untuk lebih banyak bermain di tim utama.
Guardiola memuji perkembangan bek muda asal Uzbekistan itu, yang tiba di Manchester lebih dari setahun lalu dengan kemampuan bahasa Inggris minim dan butuh waktu untuk beradaptasi.
"Saya akui dia belum berbicara seperti William Shakespeare, tapi dia semakin membaik," tambah Guardiola.
"Dia sangat, sangat cepat. Kemampuan memulihkan posisi adalah salah satu kelebihannya. Tapi bukan hanya itu, dia pintar.
"Biasanya pemain dengan fisik seperti itu tak memanfaatkan apa yang ada di kepalanya dan selalu mengandalkan kondisi fisik semata, tapi dia punya keduanya.
"Itulah mengapa saat menguasai bola dia semakin baik. Itulah yang mendorongnya untuk terus berkembang dan dia bisa berkembang. Di usia segitu dan pikirannya terbuka, saya baru-baru ini bilang, 'City punya pemain bertahan tengah untuk bertahun-tahun ke depan'."