Graham Arnold Mencatat Diri dalam Sejarah sebagai Pahlawan Tak Terduga bagi Iraq
Iraq yang persiapannya terganggu oleh perang di Timur Tengah berhasil lolos ke putaran final untuk pertama kalinya dalam 40 tahun dan akan bertanding di Grup I melawan Prancis Senegal serta Norwegia.
Gol dari Ali Al Hamadi dan Aymen Hussein memastikan kemenangan bersejarah bagi Iraq yang terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1986 di Meksiko.
Dengan segala yang terjadi di Timur Tengah saat ini hal itu membuat lebih sulit bagi para pemain katanya Arnold asal Australia yang awalnya berusaha menunda pertandingan karena gangguan akibat konflik.
Senang sekali untuk para pemain anak anak yang sangat baik dan sangat bahagia untuk 46 juta rakyat Iraq tambahnya.
Semoga ini bisa mengubah pandangan terhadap Iraq dan sepak bola di sana. Melakukan sesuatu di Piala Dunia yang tidak diharapkan oleh siapa pun.
Ayo kita kejutkan dunia.
Karena gangguan perjalanan akibat perang AS Israel melawan Iran sebagian besar skuad Iraq baru tiba di Meksiko setelah perjalanan melelahkan selama tiga hari dari Baghdad yang dimulai dengan perlintasan darat ke Yordania.
Tapi tidak ada tanda kelelahan selama awal yang percaya diri dari Iraq yang memimpin setelah sembilan menit melalui penyerang Luton Town Al Hamadi yang berusia 24 tahun pindah ke Liverpool saat masih balita menyusul pecahnya perang Iraq 2003.
Gelandang Iraq Amir Al Ammari memenangkan tendangan sudut setelah tendangan bebas brilian yang diselamatkan dengan penuh regangan oleh kiper Bolivia Guillermo Viscarra.
Dari sepakan bebas berikutnya Al Ammari menggulung tendangan sudut tepat ke kepala Al Hamadi yang menyundul bola untuk unggul 1 0.
Iraq pantas mendapat gol awal itu dan tampak menguasai permainan sampai Bolivia yang secara bertahap bangkit menyamakan kedudukan setelah 38 menit.
Tembakan Ramiro Vaca dari pinggir kotak penalti dikuasai dengan satu sentuhan oleh Moises Paniagua dan gelandang tengah berbasis di Maroko itu menyapu bola ke atap gawang.
Gol itu mengejutkan Iraq dan Bolivia tampak mungkin mencetak gol kedua setelah mendominasi sisa babak pertama.
Iraq kembali unggul delapan menit setelah istirahat ketika umpan panjang ke depan disundul ke jalur pengganti Marko Lawk Farji.
Umpannya menemukan kapten Hussein dan penyerang veteran itu menyodok tembakan pertama kali ke sudut bawah gawang.
Bolivia menekan dengan panik untuk gol yang memaksa perpanjangan waktu tapi pertahanan Iraq yang terorganisir dengan baik bertahan kokoh selama sembilan menit waktu tambahan.
Arnold yang berusia 62 tahun yang membawa Australia ke babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 mengatakan Kami punya dua bulan untuk bersiap fisik.
Bagi kami untuk berbuat sesuatu di Piala Dunia ini akan menjadi keajaiban.
Oscar Villegas pelatih Bolivia tampak sangat sedih.
Hancur lebur benar benar hancur karena kami yakin bisa lolos ke Piala Dunia katanya.