Gol Brayan Leon dan Prestasi Tiga Kali Beruntun Miguel Cardoso Saat Mamelodi Sundowns Melaju
Leon mengalami kegagalan saat menendang penalti pada menit ke-35 yang dihentikan oleh kiper tamu Bechir Ben Said, namun ia berhasil merebut bola pantul untuk memastikan kemenangan 1-0 di kandang atas Loftus Versfeld.
Leon sebelumnya mencetak satu-satunya gol pada leg pertama Minggu lalu di Tunis, dan kemenangan agregat 2-0 berarti Sundowns lolos ke final untuk musim kedua berturut-turut.
Final keempat
Sundowns telah mencapai final Liga Champions sebanyak empat kali dan kini berharap mendapatkan bintang kedua di atas lambang mereka.
Mereka kalah dari Al Ahly pada final 2001, sebelum secara terkenal mengalahkan Zamalek di final 2016.
Pelatih Miguel Cardoso masih mempertanyakan kekalahan mereka dari Pyramids pada final dua leg tahun lalu, tapi mereka punya kesempatan untuk membalas pada musim 2025/26, dan ia tahu bahwa apa pun selain trofi akan dianggap tidak memadai.
Leon mencetak gol lagi
Sundowns mendapat penalti setelah lemparan masuk kembali ke Ben Said membuat kiper itu lengah saat mencoba membersihkan bola, dengan Leon berlari mendekat dan menyentuh bola sebelum kiper bersentuhan dengannya saat berusaha menendang. Putusan itu diverifikasi VAR, meski mungkin melewatkan bola juga menyentuh lengan Leon, walaupun setelah Ben Said menyentuhnya.
Leon kini punya 10 gol dari 11 laga awal, dan 19 penampilan keseluruhan, hasil investasi yang sangat baik bagi The Brazilians.
Ia kini menjadi pencetak gol terbanyak kedua di Liga Champions musim ini setelah Trézéguet dari Al Ahly.
Sedikit peluang
Sundowns memaksa beberapa penyelamatan bagus dari Ben Said, sementara Esperance paling dekat untuk menyamakan skor beberapa menit sebelum babak pertama usai ketika tendangan dari kaki penyerang Prancis Florin Danho membentur mistar gawang Sundowns.
Selama pertandingan, tim tuan rumah punya lima tembakan tepat sasaran dan Esperance hanya dua, sementara Sundowns juga mendominasi penguasaan bola dengan 58%.
Prestasi tiga kali pelatih
Pelatih Sundowns Miguel Cardoso menuju final Liga Champions ketiga secara beruntun, yang kedua bersama Sundowns, setelah kalah dengan Esperance melawan Al Ahly pada 2024.
Pria asal Portugal ini menjadi pelatih pertama yang membawa Sundowns ke lebih dari satu final dan tak pernah kalah dalam enam pertemuan antara kedua klub yang melibatkannya.
Saat menangani Esperance, ia mengalahkan Sundowns kandang dan tandang di semi-final 2024, dan tahun lalu membawa Sundowns menang 1-0 di kandang serta imbang 0-0 tandang melawan tim Tunisia itu di perempat final. Kelima kemenangan Cardoso di laga ini semuanya 1-0.
Siapa lawan Sundowns selanjutnya?
Mereka akan menghadapi salah satu dari Royal Armed Forces atau Renaissance Berkane dari Maroko, yang bertemu kemudian hari Sabtu dengan tim militer unggul 2-0 dari leg pertama akhir pekan lalu di Rabat.
Royal Armed Forces mencapai perempat final musim lalu tapi tersingkir oleh Pyramids, yang lalu juara atas biaya Sundowns. Klub Maroko itu memenangkan Piala Champions versi lama pada 1985.
Renaissance Berkane ikut Liga Champions untuk pertama kali musim ini tapi sudah memenangkan tiga gelar Piala Konfederasi Afrika.
Piala Dunia Klub
Juara Liga Champions dijamin tempat di Piala Dunia Klub berikutnya pada 2029. Akan ada empat tim Afrika di turnamen itu, yang tuan rumahnya masih belum ditentukan.
Empat wakil benua itu adalah pemenang masing-masing gelar Liga Champions dari 2025 hingga 2028. Artinya Pyramids sudah lolos, dan tiga pemenang berikutnya juga akan ikut turnamen yang punya penghasilan besar bagi pesertanya.
Jika sebuah klub memenangkan lebih dari satu gelar dalam empat turnamen itu, maka tempat akan diberikan ke klub atau klub dengan hasil terbaik berikutnya selama periode empat tahun, itulah cara Sundowns dan Esperance lolos ke Piala Dunia Klub tahun lalu di Amerika Serikat.