Gelandang All Whites Thomas Berharap Masa Cedera Sakit yang Panjang Telah Berakhir

Gelandang All Whites Thomas Berharap Masa Cedera Sakit yang Panjang Telah Berakhir

Sekarang, setelah serangkaian cedera lutut dan upaya kembalinya yang gagal, pesepakbola berbasis di Belanda ini secara hati-hati optimis bahwa tubuhnya akan bertahan cukup lama untuk membawanya ke panggung terbesar olahraga di Piala Dunia.

Ketekunan dan performa bagus kapten PEC Zwolle di liga papan atas Belanda dihargai ketika Darren Bazeley memanggilnya kembali ke skuad All Whites pada Agustus lalu, hampir enam tahun setelah penampilannya terakhir di laga persahabatan melawan Irlandia.

Hal itu menandakan kepercayaan luar biasa pada pemain yang sering dianggap selesai karena kerap mengalami keruntuhan dan absen lama dari lapangan.

Thomas menyebut kesabaran Bazeley telah membantunya melewati masa-masa suram saat terluka atau berjuang membangun momentum di level klub.

"Ada waktu panjang di mana saya khawatir karier internasional saya sudah berakhir," katanya kepada Reuters.

"Saya menerima beberapa panggilan dari Baze dan dia ingin memberi tahu bahwa pintu selalu terbuka. Saya selalu sangat berterima kasih atas panggilan-panggilan itu dengannya.

"Saya tidak menyangka bisa kembali ke tim nasional. Dan sekarang saya bisa kembali dan bergabung dengan para pemain ini serta bermain di laga-laga ini, itu luar biasa."

Thomas telah kembali ke negaranya untuk laga persahabatan melawan Finlandia dan Chili, pemanasan terakhir Selandia Baru di tanah air sebelum Piala Dunia 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Utara, penampilan pertama negara itu di final sejak 2010.

Jalan kembali ke All Whites tidak sepenuhnya mulus, dengan Thomas absen di laga persahabatan melawan Ekuador dan Kolombia di Amerika Serikat selama jendela internasional terakhir pada November saat sedang dalam kabut cedera.

Saat itu, media Belanda melaporkan manajer Zwolle Henry van der Vegt tidak senang dengannya mempertaruhkan kebugarannya saat bertugas untuk All Whites.

Namun, Thomas mengatakan dia telah dikutip salah.

Keseimbangan bermain untuk klub dan negara sering kali rapuh, tapi Thomas menyebut dia tidak akan melewatkan laga Selandia Baru dengan ringan.

"Selalu sulit. Jika Anda 100% sehat maka Anda pergi (bertugas internasional) dan terkena tekel buruk, lalu cedera ligamen atau semacamnya, semua orang akan berpikir Anda seharusnya tidak pergi," ujarnya.

"Ini suatu kehormatan kembali dan bermain untuk tim nasional. Selalu ada naik turun, dan selalu ada hal-hal yang orang katakan.

"Tapi setiap kali saya sehat, saya selalu siap tersedia."

Dulu hampir tidak berlatih untuk menjaga tubuhnya, Thomas kini bisa melakukan sesi intensif antarpertandingan dan itu membuahkan hasil.

Hal itu menjanjikan peluangnya mengamankan posisi di skuad Piala Dunia Bazeley, tapi Thomas secara alami tidak menganggapnya remeh.

"Ada begitu banyak pemain bagus yang tampil prima untuk klub mereka. ⁠Jika pemain tidak (tampil), Baze punya opsi lain," katanya.

"Tidak bisa santai dan berpikir kita pasti ke Piala Dunia."