Penyerang Forest Igor Jesus Ungkap Impian Membawa Tim ke Kemenangan di Liga Europa
Jika pelatih Vitor Pereira tampak lebih mengutamakan kelangsungan Forest di kasta tertinggi daripada pengalaman pertama mereka di ajang Eropa sejak 1995/96 dengan menjauhkan sejumlah pemain utama saat meraih kemenangan adu penalti di babak 16 besar kontra Midtjylland, maka Liga Europa justru menjadi arena di mana Forest menunjukkan performa terbaik musim ini.
Fakta ini terutama berlaku bagi Igor Jesus, penyerang berusia 25 tahun yang bergabung dengan klub dari Botafogo Brasil pada masa pramusim.
Sang pemain depan ini hanya mencetak tiga gol dari 30 laga Liga Premier Inggris musim ini, tetapi ia bersinar di Liga Europa pada malam Kamis, sejajar sebagai pencetak gol terbanyak dengan tujuh gol.
"Mencapai final dan memenangkan Liga Europa akan menjadi impian yang menjadi kenyataan, terutama jika sebagai top skor," kata Igor Jesus kepada situs UEFA pada Selasa.
Namun, sang juara Copa Libertadores 2024 ini sadar betul bahwa lawan di perempat final, Porto, akan menjadi ujian berat bagi kemampuan mereka.
"Porto memiliki skuad hebat," ungkapnya. "Mereka punya banyak kualitas. Kami juga punya kualitas serupa. Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah, bahkan sangat sulit. Namun, kami siap berjuang."
Igor Jesus menambahkan bahwa Forest akan menghadapi leg pertama Kamis ini di Estadio do Dragao dengan konsentrasi penuh demi hasil positif yang bisa dibawa pulang untuk leg kedua minggu depan.
Sementara Forest kesulitan di posisi 16 Liga Premier Inggris, tiga poin di atas zona degradasi, Porto justru menduduki puncak klasemen Liga Primeira Portugal dengan nyaman.
Meski begitu, tim Inggris itu bisa menghibur diri karena mereka satu-satunya yang mengalahkan Porto di Eropa musim ini, menang 2-0 di kandang pada pekan ketiga fase liga berkat penalti Morgan Gibbs-White dan Igor Jesus.
'Ingin Lebih Banyak Lagi Sekarang'
Tim Liga Premier lainnya, Aston Villa, menghadapi perjalanan sulit ke markas Bologna, juara Coppa Italia, pada leg pertama perempat final.
Dengan pasukan Unai Emery yang mulai terpeleset dari perebutan gelar domestik, Liga Europa kini menjadi satu-satunya peluang realistis mereka meraih trofi musim ini.
Jika ada sosok yang bisa membawa Villa juara untuk pertama kalinya sejak 2001, itu adalah Emery dan ajangnya adalah Liga Europa.
Pelatih asal Basque itu telah meraih trofi tersebut empat kali dalam karier kepelatihannya dan kini mengantarkan Villa ke perempat final Liga Europa serta Liga Champions selama tiga musim berturut-turut.
Kapten Villa John McGinn mengatakan setelah timnya mengamankan tempat di perempat final kali ini dengan kemenangan agregat 3-0 atas Lille, bahwa "mereka ingin lebih banyak lagi sekarang".
"Kami harus menyikapi satu pertandingan demi satu dan terus mendorong hingga akhir," tambah pemain asal Skotlandia itu.
Tapi Bologna, yang baru saja menumbangkan lawan lebih diunggulkan seperti Roma di ronde sebelumnya, kini menatap peluang menciptakan kejutan lagi.
"Kami menghadapi Aston Villa sekali lagi, tim yang kami temui dua kali (keduanya kalah) dalam dua musim terakhir. Kami lagi-lagi underdog tapi kami akan coba mengejutkan," ujar pelatih Bologna Vincenzo Italiano setelah kemenangan agregat 5-4 yang mengantarkan mereka ke babak delapan besar.
Di leg pertama perempat final lainnya, Real Betis dari LaLiga akan bertandang ke wilayah Semenanjung Iberia untuk melawan Braga dari Portugal pada Rabu, sementara Freiburg dari Bundesliga menyambut Celta Vigo dari Spanyol pada hari berikutnya.
Pertemuan kandang Crystal Palace melawan Fiorentina menjadi yang paling menarik di leg pertama babak delapan besar Liga Konferensi UEFA, yang juga digelar pada Kamis.