Flick Anggap Kembalinya Raphinha Jadi Suntikan Besar Bagi Barcelona yang Ingin Segel Gelar LaLiga
Tim Flick unggul 11 poin dari Real Madrid di posisi kedua dan bisa meraih gelar La Liga kedua secara beruntun akhir pekan ini jika mengalahkan Osasuna pada Sabtu dan Los Blancos kehilangan poin saat melawan Espanyol yang sedang tak fit sehari setelahnya.
Barca akan berhadapan dengan Real Madrid pada 10 Mei dalam laga Clasico yang bisa mengunci pertahanan gelar mereka jika belum berhasil akhir pekan ini, dan mereka masih berpeluang menyamai rekor tertinggi 100 poin dalam satu musim liga Spanyol.
Raphinha mengalami cedera hamstring saat membela Brasil pada Maret, yang membuatnya absen ketika Barcelona tersingkir dari Liga Champions oleh Atletico Madrid di perempat final, tapi kini ia sudah pulih untuk laga laga krusial perebutan gelar.
"Rapha adalah pemain yang selalu memberikan 100 persen bagi kami, baik saat bermain maupun latihan," kata Flick kepada wartawan.
"Mentalitasnya, sikapnya, selalu 100 persen dan itu sangat membantu kami. Musim ini ia... harus menahan rasa sakit (karena cedera) jadi bagi kami penting sekali ia kembali.
"Ia juga akan ikut bepergian bersama kami dan kita lihat apa yang terjadi besok... Saya rasa bagi tim ini luar biasa memiliki ia kembali, karena ia salah satu kapten kami, ia positif dan bisa memberikan hal hal yang kami butuhkan."
Barca kehilangan bintang muda Lamine Yamal yang cedera, dengan Flick menyatakan remaja 18 tahun itu sedang pulih dengan baik dari masalah hamstring yang akan membuatnya absen hingga akhir musim.
"Ia sedang bagus, jadi perkembangannya baik, saya pikir kita akan melihatnya di Piala Dunia," ujar Flick.
"Ia punya waktu, lebih banyak waktu, untuk pulih, untuk kembali. Dan ini yang ia inginkan."
Jika Barca memenangkan lima laga liga tersisa, mereka akan mencapai rekor 100 poin yang pertama kali diraih oleh Real Madrid asuhan Jose Mourinho pada 2012 dan kemudian disamai oleh tim Barcelona di bawah Tito Vilanova pada 2013.
"Kami hanya fokus pada laga berikutnya, (tapi) tentu kami ingin menang di setiap pertandingan hingga akhir musim," kata Flick.
"Bagi saya akan sempurna jika kami bisa menang di semua laga, tapi kami juga punya lawan lawan tangguh. Tugas kami, di setiap pertandingan, adalah bermain di level terbaik, belajar dari laga itu untuk pertandingan selanjutnya dan latihan kami.
"Jadi ini filosofi kami, sikap kami, mentalitas kami."