FIFA Denda Federasi Sepak Bola Israel Karena Gagal Menangani Perilaku Rasis Beitar Jerusalem
Laporan dari komite disiplin badan pengatur sepak bola dunia menyatakan bahwa IFA gagal melakukan tindakan konkret terhadap Beitar Jerusalem terkait perilaku rasis yang berulang dan didukung bukti kuat.
Pada Oktober 2024 Asosiasi Sepak Bola Palestina melaporkan dugaan diskriminasi oleh IFA kepada FIFA yang kemudian memulai penyelidikan.
FIFA tidak memilih sanksi yang diminta oleh FA Palestina yaitu penangguhan IFA.
Namun IFA dinyatakan gagal mematuhi tujuan statutori FIFA dalam keputusan panjang yang diterbitkan komite disiplinnya yang menyebutkan beberapa insiden rasisme di sepak bola Israel.
Komite disiplin menyoroti sanksi yang kurang memadai dan tidak substansial terhadap klub Israel Beitar atas perilaku rasis dan diskriminatif.
Penggemar klub tersebut terlibat dalam perilaku rasis yang berulang dan terdokumentasi dengan baik kata laporan itu tentang pendukung Beitar.
Penggunaan slogan seperti untuk selamanya murni oleh klub dan pengulangan sorak sorai hinaan etnis seperti teroris yang ditujukan pada pemain Arab bukan kejadian terpisah melainkan bagian dari pola sistematis yang melanggar aturan dasar perilaku sopan dan merusak reputasi olahraga.
Komite menekankan bahwa klub tersebut hanyalah contoh kecil dari kegagalan umum oleh IFA.
IFA Diwajibkan Pasang Spanduk Anti Diskriminasi
FIFA juga menyatakan bahwa IFA mendapat peringatan dan diperintahkan memasang spanduk besar yang mudah terlihat di tiga pertandingan kandang kompetisi FIFA berikutnya dengan tulisan Sepak Bola Menyatukan Dunia Tolak Diskriminasi.
IFA harus mengalokasikan sepertiga denda untuk rencana penerapan tindakan melawan diskriminasi dan pencegahan kejadian berulang.
Setelah penyelidikan terpisah FIFA mengumumkan tidak ada tindakan terhadap IFA atas tuduhan klub Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat ikut serta dalam liga Israel.