Dimarco tekankan Italia hormati Bosnia dan Herzegovina usai rayakan kekalahan Wales
"Saya hormati semua klub dan terutama semua tim nasional. Itu reaksi spontan saja; kami sedang bersama teman-teman menonton adu penalti," kata bek sayap Dimarco dalam konferensi pers di Coverciano pusat latihan tim Italia.
Italia akan berusaha akhiri absennya di Piala Dunia saat bertemu Bosnia dan Herzegovina pada Selasa di Zenica.
Italia yang finis kedua jauh di belakang Norwegia di grup kualifikasi mereka kalahkan Irlandia Utara 2-0 di Atalanta dalam 90 menit pada Kamis. Mereka lalu saksikan akhir pertandingan dari Cardiff di mana Edin Dzeko cetak gol imbang telat untuk paksa perpanjangan waktu.
Saat Bosnia menang lewat adu penalti Dimarco Sandro Tonali dan pemain Italia lain tayang di stasiun penyiaran negara Rai sedang merayakan. Reaksi itu diketahui lawan mereka.
Miralem Pjanic mantan pemain internasional Bosnia yang habiskan sembilan musim di Serie A bersama Roma dan Juventus ungkapkan ketidaksukaannya saat bicara dengan La Gazzetta dello Sport.
"Kegembiraan Dimarco dan Azzurri lain? Jujur saya tidak paham kenapa," katanya.
"Kami harus ciptakan suasana neraka untuk laga itu. Butuh karakternya kuat untuk bisa menang di Zenica."
Dimarco mantan rekan setim Dzeko di Inter Milan bilang Bosnia jangan tersinggung.
"Saya bicara dengan Dzeko teman saya dan ucapkan selamat. Saya ulangi saya tidak kurang ajar pada siapa pun baik Bosnia maupun warganya; kami semua orang terhormat," kata Dimarco.
Italia tidak ikut Piala Dunia 2018 dan 2022 gagal di kedua kesempatan lewat playoff lawan Swedia untuk Piala Dunia di Rusia dan lawan Makedonia Utara empat tahun kemudian.
"Saya dengar orang bilang kami sombong. Sebenarnya tidak ada alasan untuk itu kami absen dua Piala Dunia terakhir," tunjuk Dimarco.
"Semua itu buat saya kecewa dan saya rasa agak kurang sopan difilmkan saat itu," katanya.
"Kami benar-benar ingin lolos ke Piala Dunia ini; kami tim solid. Kami antisipasi suasana permusuhan tapi kami Italia dan harus tampil prima."