Dimarco Bantu Inter Raih Keunggulan Delapan Poin di Serie A Saat Juve Tersandung
Federico Dimarco menyumbang tiga umpan sukses saat Inter Milan mengalahkan Sassuolo dengan skor telak 5-0 pada hari Minggu untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Serie A menjadi 12 pertandingan, sementara Pierre Kalulu mencetak gol di menit akhir waktu tambahan untuk menyelamatkan Juventus dari kekalahan dengan hasil imbang 2-2 melawan Lazio.
Dimarco yang kini memiliki sembilan umpan sukses musim ini juga mengenai mistar gawang dan menepis bola dari garis gawang, membantu Inter unggul delapan poin atas rival sekota AC Milan.
Tapi ia mengatakan tidak akan membiarkan performa briliannya membuatnya sombong.
"Saya tidak merasa istimewa. Di sepak bola, saat segalanya berjalan lancar Anda dianggap hebat, tapi saat buruk Anda dianggap tak berguna," kata Dimarco.
"Saya tetap bekerja seperti biasa, tidak memikirkan hal lain."
Inter meraih 11 kemenangan dan satu hasil imbang dari 12 laga tak terkalahkan itu.
Bek tengah Yann Bisseck dan Manuel Akanji sama sama mencetak gol, disusul oleh penyerang Marcus Thuram, Lautaro Martinez, dan Luis Henrique.
Dimarco langsung terlibat sejak menit pertama ketika ia berhasil kembali untuk menepis tembakan dari gelandang Kanada Ismael Kone di garis gawang.
Sepuluh menit kemudian Inter memimpin melalui sundulan Bisseck dari tendangan sudut Dimarco di menit ke 11 yang disambut di tiang jauh.
Dimarco nyaris mencetak gol sendiri di menit ke 18 tapi tendangan bebasnya membentur mistar gawang.
Ia kembali berperan sebagai kreator dengan umpan silang dari sisi kiri untuk Thuram yang menyundul bola masuk dengan kaki kanan di tiang dekat.
Sassuolo sempat mengira mereka kembali ke permainan empat menit sebelum turun minum saat gelandang Norwegia Kristian Thorstvedt menyontek bola dari jarak dekat, tapi gol itu dianulir karena offside setelah peninjauan VAR.
Inter mengunci kemenangan dalam 10 menit setelah babak kedua dimulai ketika bintang Argentina Martinez melepaskan tembakan dari dekat titik penalti usai lemparan panjang ke kotak penalti.
Gol itu membawa kapten tim ke peringkat ketiga bersama dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inter.
Kemudian Dimarco memberikan umpan sukses ketiganya lagi dari tendangan sudut untuk Akanji yang menyundul bola masuk dari jarak enam meter.
Gelandang asal Serbia Nemanja Matic yang pernah bermain untuk Chelsea dan Manchester United kemudian diusir karena kata katanya kepada wasit, mematikan harapan Sassuolo untuk meraih poin.
Thuram mengenai tiang dan Henrique mencetak gol kelima dengan kontrol cerdas dan penyelesaian satu menit sebelum waktu usai.
Peluang bagi Roma
Dalam laga malam, Juve melakukan kebangkitan dramatis dari ketinggalan 2-0 untuk merebut hasil imbang di Turin.
Gol di sekitar jeda babak membuat tim tamu Lazio menguasai meski Juve mendominasi sebelumnya.
Tuans rumah memiliki gol dari Teun Koopmeiners yang dianulir karena offside melibatkan Kephren Thuram di menit ke 26.
Sayap Spanyol Pedro membuka skor di waktu tambahan babak pertama usai kesalahan kapten Juve Manuel Locatelli.
Hampir langsung setelah restart, penyerang Denmark Gustav Isaksen menyelesaikan peluang dari sisi kanan untuk menggandakan keunggulan Lazio.
Juve terus menekan dan gelandang Amerika Serikat Weston McKennie memperkecil ketinggalan tepat sebelum menit ke 60.
Dan Kalulu dari Prancis menyelamatkan situasi dengan hampir tendangan terakhir pertandingan.
Tapi dua poin hilang itu berarti Roma bisa menyamai posisi Juve di peringkat empat zona kualifikasi Liga Champions dengan kemenangan atas Cagliari yang berada di dasar klasemen di kandang pada Senin.
Lebih awal hari itu Lecce menjauh tiga poin dari zona degradasi dengan kemenangan 2-1 atas Udinese di kandang, sementara Parma meredakan kekhawatiran degradasi mereka dengan kemenangan 1-0 atas Bologna berkat gol Christian Ordonez di menit ke 95.