De Zerbi Sebut Pemain Spurs Membutuhkan Seorang Ayah Lebih Daripada Pelatih Usai Kekalahan Pertama

De Zerbi Sebut Pemain Spurs Membutuhkan Seorang Ayah Lebih Daripada Pelatih Usai Kekalahan Pertama

Pelatih asal Italia itu menggantikan pelatih sementara Igor Tudor di akhir bulan lalu dan Spurs memulai pertandingan pertamanya di bawah asuhannya berada di zona degradasi Liga Premier setelah West Ham mengalahkan Wolves pada Jumat malam.

Kekalahan mereka akibat gol Nordi Mukiele yang terpantul hebat di babak kedua membuat mereka tertinggal dua poin dari Hammers dengan hanya enam pertandingan tersisa.

Spurs belum meraih kemenangan di Liga Premier sejak akhir Desember dan sedang menghadapi perjuangan besar untuk menghindari degradasi pertama sejak 1977.

Namun De Zerbi yang pernah melatih Brighton dan Marseille sebagai manajer ketiga klub London yang buruk musim ini mengatakan bahwa satu kemenangan bisa mengubah suasana hati.

Saya harus fokus pada satu kemenangan karena dengan itu kita bisa mengubah segalanya di musim ini katanya kepada Sky Sports.

Saya punya 24 jam sehari dan bukan masalah waktu. Kami menciptakan peluang di babak pertama sama seperti yang kami lakukan seminggu lalu.

Pemain punya kualitas hebat tapi kita harus lebih percaya diri dan hal terpenting adalah meraih satu kemenangan.

Kita bisa bermain jauh lebih baik daripada hari ini tapi setelah lima atau enam sesi latihan sulit. Kita semua harus tetap fokus untuk meraih satu kemenangan.

Tottenham akan menghadapi Brighton minggu depan diikuti pertandingan melawan Wolves di dasar klasemen tapi sulit melihat dari mana kemenangan berikutnya akan datang.

De Zerbi menyebut tim barunya yang kalah di separuh dari 32 pertandingan liga musim ini punya kualitas tapi sedang mengalami krisis kepercayaan diri.

Saya bisa menjadi kakak besar atau ayah mereka tidak butuh pelatih katanya kepada BBC. Mereka tidak perlu meningkatkan sepak bola. Mereka bisa bermain lebih baik dan akan melakukannya begitu kita capai tingkat kepercayaan yang berbeda.