Cunha Selamatkan Man United dari Kekalahan Saat Bermain Imbang Melawan Leeds

Cunha Selamatkan Man United dari Kekalahan Saat Bermain Imbang Melawan Leeds

Matheus Cunha mencegah Manchester United mengalami kekalahan langka melawan rival sengit mereka Leeds, ketika gol penyama dari pemain asal Brasil itu menyelamatkan hasil imbang 1-1 di Stadion Elland Road pada hari Minggu.

Skuad asuhan Rubem Amorim tertinggal akibat gol Brenden Aaronson di babak kedua sebelum Cunha menyamakan kedudukan tak lama kemudian.

Dalam persaingan yang penuh dendam antara dua basis penggemar yang saling bertikai, Leeds kini sudah delapan pertandingan tanpa kemenangan atas United sejak sukses mereka di Piala FA di Old Trafford pada 2010.

Kegagalan United meraih tiga poin penuh membuat mereka kehilangan kesempatan naik ke empat besar Liga Premier.

Skuad Amorim berada di posisi kelima setelah hanya meraih satu kemenangan dari lima laga liga terakhir mereka.

Setelah hasil imbang mengecewakan 1-1 melawan Wolves yang berada di papan bawah pada hari Selasa, ini menjadi hasil frustrasi lain bagi United.

Tim Daniel Farke bergerak delapan poin lebih jauh dari zona degradasi setelah memperpanjang rentetan tak terkalahkan mereka menjadi tujuh pertandingan.

Masih tanpa kapten yang cedera Bruno Fernandes, Amorim menurunkan United dengan formasi favoritnya 3-4-2-1 setelah akhirnya mengubah taktik yang banyak dikritik untuk kemenangan baru-baru ini atas Newcastle, kemudian kembali ke pola lama saat melawan Wolves.

Perubahan dan penyesuaian Amorim terasa sangat menarik mengingat pernyataannya bahwa ia mulai menyadari direktur olahraga United mungkin akan memberinya pemain yang tepat untuk sistemnya.

Pada sore yang sangat dingin di Yorkshire, Leeds langsung menyerang dengan serangkaian tekel keras untuk merebut inisiatif di menit-menit awal.

Suara dan Kemarahan

Leeds belum mengalahkan United di Elland Road sejak 2002 dan dorongan kuat untuk mengakhiri paceklik itu berarti tidak ada tanda bahwa mereka memiliki waktu pemulihan 48 jam lebih sedikit dibandingkan lawan mereka dari pertandingan sebelumnya.

Meskipun upaya mereka untuk mengguncang United, justru tamu yang mengambil alih kendali di tengah keriuhan suara dan kemarahan di tribun.

Benjamin Sesko seharusnya membuka keunggulan United dari umpan tepat Casemiro, tapi penyerang itu terlalu lama ragu sehingga Pascal Struijk bisa melakukan blok krusial.

Diogo Dalot mengirim bola tinggi melewati mistar dari peluang bagus di dalam kotak Leeds.

Penyerang Leeds Dominic Calvert-Lewin nyaris memecah kebuntuan dengan sundulan yang mengenai tiang jauh dari umpan silang Anton Stach.

Leny Yoro ditahan oleh penyelamatan hebat Lucas Perri setelah bek United itu menyundul ke arah gawang dari sundulan Casemiro ke kotak enam yard.

Kiper United Senne Lammens harus sigap untuk menahan tembakan rendah Gabriel Gudmundsson ke tiang dekat setelah jeda.

Tapi kurangnya pengalaman bek muda Ayden Heaven terbongkar ketika Leeds unggul setelah 62 menit.

Heaven terlalu santai saat Leeds mengirim bola panjang melewati pusat pertahanan dan Aaronson memanfaatkannya sepenuhnya dengan mempercepat masuk ke kotak United sebelum menyapu bola secara klinis melewati Lammens.

Amorim merespons dengan memasukkan Joshua Zirkzee, langkah yang terbukti brilian karena ia berperan penting dalam gol penyama United di menit ke-65.

Zirkzee menyisipkan umpan berbobot sempurna ke arah Cunha dan pemain Brasil itu meraih untuk menendang melewati Perri dari jarak 12 yard.

Itu adalah gol ketiga Cunha dalam lima pertandingan terakhirnya saat ia akhirnya bangkit dari awal yang buruk di United setelah transfer musim panas dari Wolves.

tendangan salto Noah Okafor ditepis oleh Lammens sebelum Sesko yang sedang tak konsisten menyia-nyiakan peluang bagus di ujung lain.

Umpan silang rendah Zirkzee menemukan pemain Slovenia itu hanya delapan yard dari gawang tapi ia melepaskan tembakan sedikit melebar.

Sundulan melengkung Cunha mengenai tiang di menit-menit akhir yang membuat United kecewa.