China mengalahkan Taiwan di perpanjangan waktu untuk lolos ke semifinal Piala Asia Wanita

China mengalahkan Taiwan di perpanjangan waktu untuk lolos ke semifinal Piala Asia Wanita

Juara bertahan China mencetak dua gol selama babak tambahan untuk mengamankan tiket semifinal yang spektakuler melawan tuan rumah Australia di Piala Asia Wanita usai kemenangan sengit 2-0 atas Taiwan pada hari Sabtu.

Shao Ziqin dengan gemilang melepaskan tendangan ke sudut kanan gawang pada menit ke-94 sebelum memenangkan penalti di paruh kedua waktu perpanjangan.

Pemain pengganti Wurigumula gagal mengeksekusi tendangan penalti tersebut namun China memastikan kemenangan di Perth Rectangular Stadium lewat gol bunuh diri dari Chen Ying-hui.

Kemenangan ini mempertahankan peluang China meraih gelar ke-10 sepanjang sejarah sekaligus memastikan kualifikasi langsung ke Piala Dunia 2027 di Brasil.

Mereka akan bertemu dengan Matildas pada hari Selasa di Perth Stadium berkapasitas 60.000 penonton setelah tim tuan rumah mengalahkan Korea Utara 2-1 di perempat final.

Taiwan kini beralih ke babak playoff melawan Korea Utara dengan tiket otomatis ke Piala Dunia sebagai taruhannya.

Pertandingan perempat final ini memiliki nuansa politik mengingat klaim China atas pulau Taiwan yang berstatus otonom tersebut yang bertanding dengan nama Chinese Taipei di ajang olahraga internasional.

Ini merupakan bagian dari kompromi politik dengan China yang memungkinkan mereka ikut serta di kompetisi besar tanpa mengklaim sebagai negara berdaulat.

Kerumunan sebanyak 5.238 orang relatif terbagi antara pendukung kedua tim meskipun suporter Taiwan lebih lantang bersuara.

Ada beberapa penggemar China yang mengibarkan bendera dan mengenakan kaus bertuliskan China adalah keyakinan saya di bagian belakang.

Sama seperti China Taiwan juga mendapat dukungan kuat di turnamen ini tapi kontroversi sempat muncul di tribun saat laga terakhir mereka di Sydney.

Mantan pelatih Taiwan Chen Kuei-jen dikeluarkan dari stadion karena memimpin sorakan Taiwan Jiayu atau Maju Taiwan.

Tidak ada kejadian serupa yang terlihat pada hari Sabtu.

Taiwan dikenal dengan pertahanan tangguh mereka tapi menunjukkan serangan atraktif di awal-awal pertandingan.

China menguasai lini tengah mendominasi penguasaan bola dan hampir memanfaatkan peluang tepat sebelum turun minum saat Wang Shuang menyundul bola masuk memicu kegembiraan dari pendukung China.

Tapi selebrasi mereka terhenti ketika gol itu dibatalkan akibat pelanggaran tangan oleh Wang lebih awal dalam serangan tersebut.

China menggeber serangan setelah istirahat tapi Taiwan mengancam lewat serangan balik.

Di akhir-akhir waktu normal tendangan keras dari pemain pengganti Yao Wei menghantam mistar gawang sehingga laga berlanjut ke perpanjangan waktu di mana Shao tampil heroik.