CEO Newcastle Tak Beri Dukungan Kuat untuk Eddie Howe Usai Kekalahan Berat
Skuad Howe terpuruk di peringkat ke-12 Liga Premier setelah kalah dramatis 2-1 di St James Park pada laga terakhir sebelum jeda internasional, saat Sunderland yang baru promosi berhasil mengalahkan tetangga mereka dua kali di liga.
Kekalahan itu terjadi beberapa hari setelah Newcastle ambruk secara spektakuler di markas Barcelona pada Liga Champions, menelan pukulan telak 7-2 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di leg pertama melawan tim Spanyol tersebut.
"Saya tidak punya pendapat khusus soal masa depannya. Yang bisa saya katakan adalah kekalahan derby itu menyakitkan," ujar Hopkinson kepada wartawan.
"Kami tanggapi dengan serius. Tidak ada di antara kami yang berpikir, 'Ah, cuma tiga poin dan lanjut saja'. Itu benar-benar berdampak.
"Baru-baru ini saya menghabiskan waktu dua jam dalam makan siang pribadi dengan Eddie dan kami membahas berbagai hal, termasuk soal itu."
Howe, yang menandatangani kontrak jangka panjang pada 2022, punya tujuh pertandingan untuk memperbaiki posisi Newcastle di klasemen Liga Premier jika ingin tampil di kompetisi Eropa musim depan. Mereka tertinggal enam poin dari Chelsea di posisi keenam.
Ditunjuk pada 2021, Howe telah membawa Newcastle lolos ke Liga Champions dua kali dan mengakhiri paceklik trofi 70 tahun klub saat mereka juara Piala Liga musim lalu.
"Eddie adalah pelatih kami. Saya harap kami bisa tampil bagus hingga akhir musim dan kami akan bicara soal masa depan nanti saat waktunya tiba," tambah Hopkinson.
"Saat ini, kami fokus pada kompetisi musim ini."
Newcastle mengumumkan pendapatan rekor sebesar 335.3 million pounds untuk tahun yang berakhir Juni 2025.
Klub itu menyatakan pendapatan komersial naik 44 persen meski tidak bertanding di kompetisi Eropa selama periode akuntansi dan mereka mencatat keuntungan setelah pajak 34.7 million pounds.