Pelatih Celtic O'Neill yakin 'keberanian' yang mengantar mereka meraih gelar Skotlandia lainnya

Pelatih Celtic O'Neill yakin 'keberanian' yang mengantar mereka meraih gelar Skotlandia lainnya

Tim Celtic berhasil mencetak dua gol di akhir pertandingan untuk meraih kemenangan 3-1 dan menggeser Hearts, yang hampir sepanjang musim memuncaki klasemen.

Gelar juara kelima berturut-turut dan ke-14 dalam 15 tahun terakhir bagi Celtic datang dengan cara yang tidak biasa.

Biasanya mendominasi liga, musim ini Celtic justru harus berjuang mengejar Hearts di tengah gejolak di luar pertandingan.

Para suporter Celtic terus melakukan aksi protes untuk mendesak perubahan di jajaran direksi, menilai investasi terhadap tim belum memadai.

Dua kali O'Neill yang kini berusia 74 tahun harus turun tangan sebagai pelatih sementara, pertama setelah Brendan Rodgers pergi pada Oktober, lalu ketika Wilfried Nancy hanya mampu bertahan 33 hari usai enam kekalahan dari delapan laga.

Akan tetapi, Celtic menunjukkan performa impresif dengan tujuh kemenangan beruntun di garis akhir, sehingga sukses merebut gelar juara lagi.

"Memang banyak kesalahan, tapi tim ini punya keberanian yang luar biasa. Bukan keberanian fisik, melainkan mental, dan itulah yang membawa kami meraih kemenangan," ujar O'Neill.

"Ketika stadion bersatu, Celtic menjadi sangat bergairah. Pemain tidak pernah menyerah. Mungkin saya sendiri sempat putus asa, tapi mereka tidak," imbuhnya.

"Tempat ini adalah yang paling istimewa di dunia."

"Saat semua bersatu di stadion ini, pemandangannya sungguh spektakuler, dan para pemain jelas-jelas luar biasa."

Akan tetapi, tim raksasa Glasgow ini mungkin menghadapi sanksi setelah suporter membanjiri lapangan ketika Callum Osmand mencetak gol penentu gelar di masa injury time.