Cedric Bakambu Menyerukan Perdamaian di DR Congo Usai Kualifikasi Piala Dunia FIFA

Cedric Bakambu Menyerukan Perdamaian di DR Congo Usai Kualifikasi Piala Dunia FIFA

Timnas Leopard berhasil merebut tiket ke ajang global tersebut setelah Axel Tuanzebe mencetak gol kemenangan di babak tambahan waktu untuk mengalahkan Jamaica 1-0 di Stadion Guadalajara, Guadalajara di Meksiko selama play-off antar benua guna mengamankan slot terakhir Afrika.

Tuanzebe pasti akan mengenang golnya itu selama bertahun-tahun ke depan karena membawa Leopard lolos ke Piala Dunia sejak 1974.

Timnas Leopard sangat ingin kembali ke panggung dunia yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli dan akan diadakan bersama oleh enam belas kota, yaitu 11 di Amerika Serikat, tiga di Meksiko, dan dua di Kanada.

Kualifikasi sebagai Awal Era Baru

Pemain berusia 34 tahun yang membela klub La Liga Real Betis itu menyatakan bahwa kualifikasi ini harus menjadi awal untuk mengakhiri penderitaan dan kesakitan yang dialami di wilayah timur negara tersebut, yang telah lama dilanda perang dan konflik.

“Saudara-saudara Congo yang saya cintai, saya penuh rasa syukur dan bangga untuk mengumumkan bahwa kami telah lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 bersama tim nasional. Impian ini saya bagi dengan kalian semua,” tulis Bakambu di akun media sosialnya.

“Bersama-sama, mari kita buat suara Congo terdengar di panggung dunia. Namun, saya tidak melupakan penderitaan dan kesakitan yang dialami di timur negara kita, yang telah lama dilanda perang dan konflik.

“Setiap usaha yang kami lakukan di lapangan, setiap momen pengorbanan, juga untuk mereka. Kami membawa harapan mereka bersamanya, dan setiap langkah menuju Piala Dunia adalah langkah menuju harapan bagi seluruh rakyat Congo.

“Semoga kualifikasi ini bukan akhir dari petualangan olahraga sederhana, melainkan awal dari era baru.

“Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk bersatu, berinvestasi, memodernisasi infrastruktur olahraga kita, mendampingi pemuda kita, dan menyebarkan olahraga di Republik Demokratik Congo.

“Masa depan dimulai hari ini. Semoga Tuhan memberkahi negara kita.”

DR Congo tergabung di Grup K

DR Congo terakhir tampil di Piala Dunia FIFA pada 1974 sebagai Zaire, di mana mereka menjadi tim Afrika Sub-Sahara pertama yang lolos. Mereka finis di posisi terbawah grup setelah kalah di ketiga pertandingan.

Pertandingan pembuka mereka berakhir dengan kekalahan 2-0 dari Skotlandia, diikuti kekalahan telak 9-0 dari Yugoslavia, sebelum menutup laga Grup 2 dengan kekalahan 3-0 dari Brasil.

DR Congo tergabung di Grup K babak final, yang mencakup Kolombia, Portugal, dan Uzbekistan. Turnamen ini akan menjadi Piala Dunia FIFA pertama yang diadakan oleh tiga negara, dan yang pertama dengan 48 tim peserta, ekspansi dari 32 tim sebelumnya.

Afrika akan memiliki rekor 10 perwakilan di turnamen tersebut, menandai tonggak sejarah bagi benua itu. Ini akan menjadi kali pertama dalam sejarah Afrika mengirim 10 tim ke Piala Dunia, yang menegaskan pengaruh yang semakin besar benua tersebut dalam sepak bola global.

Selain DR Congo, tim Afrika lain yang siap berpartisipasi meliputi Senegal, Maroko, Mesir, Ghana, Aljazair, Tunisia, Pantai Gading, Tanjung Verde, dan Afrika Selatan.