Bolivia Bangkit dari Keterbelakangan Lawan Suriname untuk Hadapi Irak di Piala Dunia
Bolivia menjadi unggulan sebelum pertandingan dimulai dan mendominasi bola di awal sehingga Suriname kesulitan mendekatinya namun setelah seperempat jam berlalu tim tuan rumah itu belum membuahkan hasil dari keunggulan penguasaan bola mereka. Meski begitu superioritas La Verde dalam menguasai bola nyaris berubah menjadi gol pembuka laga setelah 22 menit.
Diberi terlalu banyak waktu dan ruang untuk melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti upaya Roberto Fernandez menggigit telapak tangan Etienne Vaessen tapi kiper Suriname itu entah bagaimana berhasil mengalihkan bola melewati tiang gawang.
Penyelamatan cerdas Vaessen hampir terbukti krusial tak lama kemudian tapi meski tak ada bek yang menghalangi Joel Piroe secara mengejutkan mengirim peluang satu lawan satu itu tinggi dan melebar. Jika para pendukung yang hadir mengira penyerang Leeds United itu akan memecah kebuntuan mereka pasti yakin bahwa tembakan jarak dekat Myenty Abena sudah melakukannya.
Namun dengan keterkejutan sang bek Suriname Guillermo Viscarra melakukan penyelamatan gemilang dari jarak dekat untuk menjaga skor tetap nol hingga turun minum.
Bagaimanapun Viscarra tak berdaya mencegah Suriname unggul hanya tiga menit setelah jeda. Permainan bola liar di kotak penalti akhirnya menguntungkan Liam van Gelderen dengan bek itu memanfaatkan peluang secara insting dengan menusuk bola melewati kiper Bolivia yang memicu selebrasi liar bersama rekan setimnya yang gembira.
Perlu menghasilkan sesuatu untuk setidaknya memaksa perpanjangan waktu Bolivia memanggil Vaessen bertindak lagi tak lama setelah menit ke-60 dengan Miguel Terceros melepaskan tembakan sederhana langsung ke sarung tangan kiper Groningen itu.
Namun kekecewaan Terceros berubah menjadi kegembiraan pada menit ke-72 saat pengganti Moises Paniagua menyentuh bola dengan ujung kaki ke sudut bawah gawang. Luar biasanya Bolivia membalikkan keadaan delapan menit kemudian karena pelanggaran ceroboh Abena pada pengganti lain Juan Godoy memungkinkan Terceros mengeksekusi penalti yang dihasilkan untuk kemenangan.
Kemenangan bersejarah ini berarti Bolivia kini hanya selangkah lagi dari tampil pertama kali di final Piala Dunia selama lebih dari tiga dekade setelah secara kebetulan menghadiri edisi 1994 di Amerika.
Di sisi lain Suriname harus menunggu setidaknya empat tahun lagi untuk kembali mencari kesempatan pertama mereka di puncak sepak bola internasional.