Benni McCarthy Kagum pada Kenya yang Luar Biasa Meski Terkalahkan Estonia
Dalam pertandingan di Stadion Amahoro di Kigali Kenya bangkit setelah tertinggal di babak pertama hingga menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tanel Tammik melonjak paling tinggi untuk menyundul gol pembuka bagi Estonia.
Namun Kenya menampilkan permainan luar biasa di babak kedua dan mereka dihargai ketika pemain debutan Zec Obiero mengirim bola melewati bek bek ke arah Ryan Ogam yang berhadapan langsung dengan kiper sebelum mencipkan bola ke gawang.
Pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti dan Kenya menyaksikan Richard Odada serta pengganti Mohammed Bajaber gagal menendang.
Austin Odhiambo Lawrence Ouma Erastus Erambo dan Ben Omondi mencetak gol untuk Harambee Stars tapi itu tidak cukup karena Estonia memenangkan hari itu.
Kenya Jauh Lebih Unggul
Babak pertama saya agak kecewa karena kami menunjukkan permainan kurang bersemangat tapi saya rasa seiring berjalannya laga di babak kedua kami mulai menguasai momentum ujar McCarthy.
Di babak kedua saya hanya bilang pada para pemain kami harus bermain dengan semangat yang sama seperti yang saya tahu kami bisa lakukan kami hanya perlu lebih sabar dalam menggerakkan bola dan masuk ke ruang ruang kosong.
Jika ingin menerima bola kalian harus berada di posisi di mana bisa mengambil bola.
Saya tahu ruang akan terbuka bagi kami di babak kedua karena Estonia akan lelah dan ya di babak kedua kami jauh menjadi tim paling hebat.
Kami menggerakkan bola dengan baik dan kami memasuki area mereka tanpa rasa takut serta kami mencetak gol penyeimbang dan kami bisa mencetak dua gol setelahnya.
Lawrence Ouma dan Ben Stanley seharusnya mencetak gol dan juga kesalahan terakhir yang dibersihkan oleh bek mereka dari garis gawang.
Adu Penalti Adalah Keberuntungan
Ditanya soal kekalahan lewat penalti McCarthy menjawab: Ketika masuk ke adu penalti kalian tahu itu soal keberuntungan. Kalian tahu itu keberuntungan dan seperti yang saya katakan kami tidak punya keberuntungan terbaik dalam penalti.
Kami melakukan hal sama di CHAN dan sekarang melawan Estonia. Tapi ketika kalah lewat penalti dan melihat usaha yang dilakukan para pemain kematangan yang mereka tunjukkan ketenangan dan ya untuk bersaing melawan tim yang pernah bermain melawan Italia itu adalah penampilan luar biasa.
Ia menambahkan: Estonia adalah tim yang pernah menghadapi Holland mereka bermain melawan Norway mereka menghadapi lawan lawan papan atas di Eropa. Kami hanya negara kecil Afrika dari Afrika Timur tapi hari ini kami tunjukkan bahwa kami sedang membuat kemajuan ke arah yang benar dan itulah yang saya inginkan dari tim saya.
Kami perlu membuat kemajuan dan ketika 2027 tiba kami akan siap tim akan siap untuk itu.
Babak kedua kami tunjukkan ini Afrika ini tanah kami dan sebaik apa pun mereka di babak pertama mereka telah bersama lebih lama daripada kami tapi di babak kedua tim saya benar benar mendominasi.
Jadi ya saya sangat antusias dengan apa yang mereka lakukan melawan Estonia tapi sekarang kami harus benar benar belajar dan minta tim saya melakukan itu dari menit pertama dari awal pertandingan.
Saya yakin kami bisa melakukan itu dan kemudian kami akan bisa menyulitkan banyak tim dan kami akan bisa mengalahkan banyak tim jika kami mulai cepat dan terus bermain seperti di babak kedua.
Legenda Afrika Selatan itu menyimpulkan: Ketika kalah lewat penalti wow itu sayang bagi para pemain.
Kenya akan menghadapi Grenada di perebutan posisi ketiga setelah yang terakhir menelan kekalahan 4-0 dari Rwanda di tempat yang sama.
Edisi 2026 dari inisiatif ini akan menampilkan 48 tim nasional yang mewakili hampir seperempat dari 211 Asosiasi Anggota FIFA bersaing dalam 12 grup masing masing berisi empat tim.
Kenya menggunakan Series ini sebagai bagian persiapan mereka untuk Piala Afrika 2027 (AFCON). Kenya Uganda dan Tanzania akan menjadi tuan rumah edisi ke-36 dari 19 Juni hingga 18 Juli.