Bayern Munich Kesal atas Kurangnya Insting Pembunuh usai Kalah dari PSG

Bayern Munich Kesal atas Kurangnya Insting Pembunuh usai Kalah dari PSG

PSG mengatur laga final melawan Arsenal melalui hasil imbang satu satu pada leg kedua di kandang Bayern, sehingga mengunci kemenangan agregat enam lima.

Bayern telah mencetak 175 gol mengagumkan di seluruh kompetisi musim ini namun tak mampu menembus gawang lawan hingga babak tambahan waktu, saat Harry Kane berhasil menyamakan skor.

"Kami tak punya peluang besar hari ini, tapi kami tetap menciptakan cukup kesempatan untuk mencetak gol. Kami kehilangan mentalitas pembunuh seperti yang dimiliki PSG untuk mengubah peluang menjadi gol," ucap Neuer kepada DAZN.

"Kami hampir mencapai final tapi gagal melangkah lebih jauh. Gol kami datang terlalu terlambat."

Gol dari kapten timnas Inggris Harry Kane pada menit ke empat waktu tambahan itu datang terlambat untuk memberi harapan tuan rumah mencetak satu lagi guna memaksa perpanjangan waktu.

"Gol kami sayangnya datang agak terlambat. Kami tak punya waktu lagi untuk menciptakan peluang lain atau bahkan mendapatkan tendangan bebas," kata Neuer.

"Pada saat itu sudah terlambat."

Bayern lolos ke final Piala Jerman dan sudah mengamankan gelar Bundesliga, tapi Neuer mengakui "saat ini kekecewaan masih mendominasi".

Dalam wawancara dengan stasiun TV Jerman, pelatih Bayern Vincent Kompany setuju dengan kaptennya, meski ia bilang akan ambil motivasi dari kekalahan ini.

"Saya tak bisa lama lama kecewa. Tentu saja, pada akhirnya kami kalah di dua laga sangat ketat melawan lawan kuat. Ini pahit.

"Kami perlu lebih tegas. Selamat untuk PSG. Liga Champions musim ini berakhir bagi kami, tapi akan ada kesempatan lain, dan itu jadi motivasi bagi saya.

"Kami sudah bertemu Paris lima kali, menang dua kali, kalah dua kali, dan imbang sekali yaitu hari ini. Kami sudah coba segalanya, itu juga harus diakui."

Kekalahan ini memutus asa Bayern sebagai juara Liga Champions enam kali untuk kembali ke final sejak 2020, ketika mereka mengalahkan PSG satu nol.

Raksasa Jerman ini kini tak lolos semifinal dua leg sejak 2013, dengan kemenangan terakhir mereka di musim 2019/20 yang terdampak Covid di mana perempat final dan semifinal hanya satu leg.