Atletico Madrid Kini Fokus ke Liga Champions Usai Kekalahan di Final Copa del Rey
Pelatih asal Argentina itu meninggalkan Seville dalam keadaan hancur dan terluka akibat kekalahan timnya di final Copa del Rey pada hari Sabtu melawan Real Sociedad yang ditentukan oleh kekejaman adu penalti.
Simeone pernah membawa Atletico meraih trofi Piala Spanyol pada 2013 yang terasa seperti masa lalu yang jauh dan memenangkannya lagi akan menjadi loncatan sempurna untuk mendorong klub menuju pertandingan semifinal Liga Champions melawan Arsenal.
Atletico belum pernah memenangkan trofi itu dan mereka memiliki keyakinan kuat bahwa tahun ini bisa berhasil meskipun keyakinan tersebut rusak parah akhir pekan ini.
Kali terakhir mereka meraih gelar apa pun adalah La Liga pada 2021 dengan Luis Suarez memimpin serangan.
Memenangkan Copa akan memastikan bintang Prancis Antoine Griezmann pergi dengan trofi di tangan dan mengakhiri paceklik klub.
Selama era Simeone klub mulai lepas dari julukan lama mereka El Pupas si sial yang diberikan setelah kalah di final Piala Eropa 1974 melawan Bayern.
Simeone mengatakan timnya bisa bangkit dari kekalahan 4-3 di adu penalti setelah laga sengit berakhir imbang 2-2 dengan Alexander Sorloth dan Julian Alvarez gagal dari titik putih untuk Rojiblancos.
"Cara kami bertanding membuat saya tenang," kata pelatih itu tapi butuh usaha untuk membawa pemainnya ke kondisi mental tepat menghadapi Arsenal dengan leg pertama di ibu kota Spanyol pada 29 April.
"Saya tidak memikirkan Arsenal apa yang terjadi hari ini sangat menyakitkan bagi saya. Kami perlu menang dan kami tidak bisa menang," kata Simeone.
"Para fans tidak butuh pesan (dari saya) yang mereka butuhkan adalah kemenangan."
Lebih dari 30000 fans Atletico pergi ke Seville dan pulang kecewa.
Simeone telah berjanji tim siap memenangkan Liga Champions setelah menyingkirkan Barcelona lebih awal pekan ini tapi mereka gagal uji coba melawan La Real.
"Kami masih punya Liga Champions kami punya laga menarik di depan," kata gelandang Atletico Marcos Llorente yang berusaha membangkitkan semangat.
"Kami harus berterima kasih kepada semua terutama yang datang ke Seville kami sangat sedih untuk mereka. Kami harus angkat kepala."
'Sekarang Bagian Bagusnya'
Llorente bilang tim tidak boleh larut dalam kekalahan.
"Saat kalah ada kompetisi lain yang datang cepat," lanjutnya.
"Tidak ada waktu untuk memikirkan hal hal ini sungguh sulit bagi kami tapi kami harus bangkit sekarang datanglah bagian bagusnya."
Segera setelah adu penalti yang ditentukan oleh dua penyelamatan kiper Real Sociedad Unai Marrero dan tendangan penalti penentu kemenangan dari Pablo Marin Koke menyeka air mata sebelum menyampaikan pesan serupa.
Gelandang veteran itu salah satu yang paling bijak di Atletico dan dia bilang kepada rekan setimnya untuk fokus pada apa yang ada di depan.
"Kami sudah coba segalanya kami keluarkan jiwa kami di sana dan itu tidak berhasil," kata pria berusia 34 tahun itu.
"Itulah hidup itu menyakitkan dan kami harus lanjut."
Atletico adalah klub yang sering bangkit dari banyak pukulan untuk terus maju termasuk kekalahan dari rival Real Madrid di final Liga Champions 2014 dan 2016.
Kekalahan final Copa ini menyakitkan tapi kalah dibanding pukulan pahit itu.
Setidaknya dengan Real Madrid tersingkir jika Atletico bisa pulih dan temukan cara lewati Arsenal itu tidak akan terjadi untuk ketiga kalinya.