Arteta Tantang Arsenal Hadapi Ujian Juara Liga

Arteta Tantang Arsenal Hadapi Ujian Juara Liga

Mikel Arteta menantang Arsenal untuk membuktikan ketangguhan mereka setelah kalah 3-2 dari Manchester United yang menghidupkan kembali persaingan perebutan gelar Premier League.

Skuad Arteta sebenarnya bisa memperlebar jarak menjadi tujuh poin di puncak klasemen jika menang di Stadion Emirates pada Minggu, tapi mereka melepaskan kesempatan untuk memperkuat posisi di jalur juara.

Gol bunuh diri Lisandro Martinez membuat Arsenal unggul sebelum Bryan Mbeumo menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama.

Tendangan jarak jauh hebat dari Patrick Dorgu membalikkan keadaan untuk United setelah istirahat, tapi Mikel Merino berhasil menyamakan skor untuk Arsenal di menit menit akhir.

Hanya beberapa menit setelah Merino mencetak gol akibat kesalahan kiper United Senne Lammens, penyerang Brasil Matheus Cunha mengejutkan Arsenal dengan tembakan brilian dari jarak 25 yard.

Bukannya memimpin dengan nyaman di perburuan gelar, Arsenal kini hanya unggul empat poin dari Manchester City di posisi kedua dan Aston Villa di urutan ketiga, yang menang 2-0 atas Newcastle pada Minggu.

"Selisih poin sangat tipis dan kami membuatnya semakin sempit. Kini kami harus bereaksi dan membuktikan kualitas sejati kami," kata Arteta.

"Hari ini kami tidak tampil optimal dan kami membayar mahal. Kami membuang peluang begitu saja.

"Kami memberi mereka gol yang tidak biasa dan menyakitkan, lalu mereka punya dua momen gemilang dengan gol luar biasa. Kami tidak berada di performa terbaik.

"Di 30 menit pertama kami menguasai permainan sepenuhnya, mencetak gol, tapi setelah itu berulang kali kami kehilangan bola di area krusial. Kami mulai kehilangan kendali dan dominasi, dan pertandingan jadi kacau."

Ini kekalahan pertama Arsenal dalam 13 laga di semua kompetisi sejak kalah di markas Villa pada Desember.

The Gunners kalah di kandang sendiri untuk pertama kalinya dalam 18 pertandingan di semua kompetisi sejak tersingkir oleh Bournemouth pada Mei.

Arsenal masih pegang kendali nasib mereka tapi hasil imbang tanpa gol melawan Liverpool dan Nottingham Forest telah menimbulkan kekhawatiran dari pendukung yang gelisah, dan hasil ini jadi peringatan lain bagi Arteta.

Arteta belum mengangkat trofi sejak Piala FA 2020 dan Arsenal, yang terakhir juara liga 22 tahun lalu, menghadapi ujian mental di pekan pekan mendatang setelah gagal mempertahankan keunggulan besar di perebutan gelar sebelumnya.

"Para pemain telah memberi kami banyak kegembiraan dan penampilan hebat, mereka pantas diingatkan betapa bagusnya mereka," katanya.

"Kami harus belajar darinya. Kekalahan adalah bagian dari kemenangan dan kami harus menerimanya serta mengingatkan pemain betapa hebatnya mereka. Saat imbang atau kalah, itulah saatnya menunjukkan kekompakan dan persatuan.

"Untuk mencapai tujuan kami, kekalahan adalah bagian dari proses itu, seperti bagi tim mana pun."