Alonso Meninggalkan Real Madrid, Arbeloa Ditunjuk sebagai Pelatih
Real Madrid mengumumkan pada hari Senin bahwa pelatih Xabi Alonso telah meninggalkan klub raksasa Spanyol tersebut atas kesepakatan bersama, dan digantikan oleh Alvaro Arbeloa.
Satu hari setelah tim kalah di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, klub memutuskan berpisah dengan pelatih asal Basque itu delapan bulan setelah kedatangannya, serta langsung menunjuk mantan pemain Madrid, Arbeloa, yang sebelumnya melatih tim cadangan.
"Real Madrid mengumumkan bahwa, atas kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, masa jabatannya sebagai pelatih tim utama diakhiri," ujar Los Blancos dalam pernyataan resminya.
Dalam pernyataan terpisah, Madrid kemudian mengonfirmasi bahwa Arbeloa akan menggantikan posisi Alonso, tanpa menyebutkan durasi kontrak pria berusia 42 tahun tersebut.
"Arbeloa telah menjadi pelatih Castilla sejak Juni 2025 dan mengembangkan seluruh karier kepelatihannya di akademi Real Madrid sejak 2020," tambah Los Blancos.
Pertandingan perdana Arbeloa sebagai pelatih utama adalah kunjungan ke markas Albacete di babak 16 besar Copa del Rey pada hari Rabu.
Pemain Spanyol itu pernah bermain 238 kali untuk Madrid antara 2009 hingga 2016, meraih dua gelar Liga Champions dan satu La Liga, serta trofi lainnya.
Arbeloa juga mengangkat Piala Dunia bersama Spanyol pada 2010, serta Kejuaraan Eropa pada 2008 dan 2012, berbakat bersama Alonso baik di klub maupun tim nasional.
Alonso bergabung pada Juni, menggantikan Carlo Ancelotti yang berpengalaman, tetapi Madrid kesulitan mencapai konsistensi di bawah pelatih Basque tersebut dan berada di posisi kedua La Liga, tertinggal empat poin dari Barcelona.
Los Blancos kalah telak 3-2 di Arab Saudi pada hari Minggu oleh tim Hansi Flick, yang menjadi laga terakhir bagi pria berusia 44 tahun itu.
Alonso hampir dipecat menjelang akhir 2025, tetapi rentetan lima kemenangan beruntun mempertahankan posisinya, hingga kekalahan di Piala Super.
Alonso menandatangani kontrak tiga musim setelah meninggalkan Bayer Leverkusen, hingga Juni 2028.
Tim itu dihajar 4-0 oleh Paris Saint-Germain di semifinal Piala Dunia Antarklub pada Juli, yang menjadi pukulan awal bagi pelatihnya.
Meski meraih kemenangan di El Clasico atas Barcelona pada Oktober, tampaknya presiden Florentino Perez belum sepenuhnya mendukung Alonso, yang berniat membawa pendekatan kepelatihan modern ke tim.
Tim mengalami masa sulit dengan performa buruk di tengah krisis cedera, dengan media Spanyol melaporkan beberapa pemain berselisih dengannya dan Alonso akan diberhentikan jika gagal mengalahkan Manchester City di Liga Champions pada Desember.
Madrid kalah tetapi penampilan cukup solid sehingga Alonso diberi kesempatan lebih untuk mempertahankan pekerjaannya.
Namun, kekalahan dari Barca di Jeddah menjadi puncaknya bagi Madrid, yang menyepakati kesepakatan dengan Alonso untuk kepergiannya.